Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Babak Baru, Ibu yang Hampir Kehilangan Bayinya Mengaku Belum Ada Perdamaian dengan RSHS Bandung

Juli Rambe • Jumat, 17 April 2026 | 04:00 WIB
Pengacara Krisna Murti. (Dok: yputube Denny Sumargo)
Pengacara Krisna Murti. (Dok: yputube Denny Sumargo)

 

SUMUT POS- Krisna Murti, pengacara Nina Saleha, ibu yang hampir saja kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, menyatakan dengan tegas bahwa belum ada perdamaian antara pihaknya dengan rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Dia membantah pernyataan yang sempat dikeluarkan pihak rumah sakit,bahwa telah terjadi perdamaian.

Krisna Murti yang sempat bertemu dengan tim legal dari RSHS mempertanyakan kenapa bisa ada pernyataan perdamaian dengan Nina dikeluarkan pihak rumah sakit. Padahal faktanya, tidak ada kesepakatan damai sama sekali.

Baca Juga: Motif Pelaku Penyiraman Air Keras Dendam Pribadi, Sidang Perdana Mungkin 29 April

"Kalau ada kesepakatan damai, apa produknya? Kita bilang begitu (ke tim legal RSHS)," ungkap Krisna Murti dalam podcast di kanal YouTube Denny Sumargo.

Selain mempertanyakan soal perdamaian, pihak Nina Saleha juga meminta agar diperlihatkan hasil rekaman kamera CCTV pada saat bayi yang lahir pada 1 April 2026 itu diberikan ke orang tak dikenal oleh pihak rumah sakit.

Selain itu, pihak Nina juga ingin mengetahui fakta soal perempuan berinisial W yang sempat menerima bayinya untuk dibawa pulang. Apakah benar W memiliki anak yang juga dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung atau tidak.

Karena Nina merasa ada indikasi penculikan terhadap bayinya. Itu diperkuat oleh jawaban-jawaban aneh dari suster saat ditanya kenapa sampai memberikan bayinya kepada orang lain.

Bukan hanya satu dua keanehan yang dirasakan Nina, dia mendapat sejumlah keanehan sekaligus pada momen itu saat berinteraksi dengan sejumlah orang dari rumah sakit.

"Kalau saya orang umum berobat mengantar anak saya sakit, tiba-tiba dititipin bayi sama suster yang bukan bayi saya, takut saya. Jangankan bayi, barang saja saya tidak berani," kata Krisna Murni.

Selain itu, sang pengacara juga mempertanyakan tindakan aneh petugas keamanan setelah mengetahui terjadi cekcok verbal antara Nina dengan suster dan perempuan berinisial W.

"Kenapa satpam bukan ngejar orang itu (perempuan berinisial W yang mau membawa bayi Nina), kenapa justru Nina yang di-push? Kenapa handphone Nina yang diminta. Sebagai petugas keamanan, harusnya bertanya, ada apa ya Bu? Logika dasarnya seperti itu," katanya.

Menurut Nina, setelah petugas keamanan rumah sakit tiba saat dirinya bersuara cukup lantang mempertanyakan kenapa anaknya sampai diserahkan kepada W, petugas itu justru sibuk mengurus Nina.

Handphone Nina diminta untuk dia memberikan review terkait kepuasan layanan rumah sakit. Tak puas hanya diberi rating 4, petugas keamanan itu mengambil handphone Nina dan mengubahnya sendiri.

Tak hanya itu, Nina yang masih sangat emosional anaknya hampir dibawa orang tak dikenal, dipaksa untuk menandatangani berkas yang tidak diketahui untuk apa. (jpc/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#rshs bandung #nina saleha #ibu hampir kehilangan bayi