Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dosen FEB-UMB Jakarta Dr. Muhyarsyah Jadi Jamaah Haji Kloter 1 Asal Medan

Juli Rambe • Selasa, 21 April 2026 | 16:43 WIB
Dr Muhyarsyah. (Dok: istimewa)
Dr Muhyarsyah. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS– Rasa syukur dan haru menyelimuti keberangkatan Jamaah Haji Kloter 1 asal Kota Medan tahun 1447 H/2026 M. Salah satu jamaah yang turut serta adalah Dr. Muhyarsyah, yang merupakan dosen tetap Program Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana (FEB-UMB) Jakarta.  

Muhyarsyah berangkat bersama sang istri, Qheno Veva Pasah dan telah dikaruniai lima orang anak. Keberangkatan mereka tahun ini menjadi puncak penantian panjang setelah mendaftar haji pada tahun 2012.  

“Waktu tunggu selama 14 tahun akhirnya terjawab. Sungguh tidak terkatakan kebahagiaan yang kami rasakan saat nama kami masuk dalam manifest Kloter 1 Kota Medan,” ujar Muhyarsyah saat ditemui sebelum keberangkatan, Selasa (21/4/2026).  

Baca Juga: Sidang Kasus PTPN II, Ahli Sebut Aset Belum Layak Dibawa ke Ranah Pidana

Muhyarsyah dan istri tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) Muhammadiyah Kota Medan. 

Menurutnya, pembekalan dari KBIH selama masa tunggu sangat membantu mematangkan pemahaman manasik dan kesiapan fisik maupun mental.  

Di sela persiapan akhir, doktor bidang akuntansi itu menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada ibadah pribadi. Ia menyatakan siap membantu sesama jamaah yang membutuhkan pertolongan selama di Tanah Suci.  

“Saya siap membantu siapa saja jamaah yang membutuhkan bantuan dalam melaksanakan ibadah haji, selama itu masih dalam batas kemampuan saya,” tegasnya.  

Ia menambahkan, perhatian khusus akan diberikan kepada jamaah yang berasal dari KBIH Muhammadiyah.

Sebab, kebersamaan dan kekompakan dalam satu kelompok bimbingan menjadi modal penting agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.  

“Banyak jamaah yang sudah lanjut usia atau baru pertama kali ke luar negeri. Kalau ada yang kesulitan soal alur tawaf, sa’i, atau bahkan hal teknis seperti penggunaan kursi roda, insya Allah saya bantu semampu saya,” jelasnya.  

Sebagai akademisi, Muhyarsyah mengaku terbiasa bekerja dalam tim dan melayani mahasiswa. Pengalaman itu, kata dia, akan dibawanya ke Tanah Suci dengan niat mengabdi kepada tamu Allah.  

Pihak KBIH Muhammadiyah Kota Medan menyambut baik niat tersebut. Ketua KBIH menyebut sosok Muhyarsyah dikenal aktif selama manasik dan sering menjadi tempat bertanya jemaah lain karena pembawaannya yang tenang dan solutif.  

Muhyarsyah mengaku sudah menyiapkan fisik sejak enam bulan terakhir. Jalan kaki rutin, menjaga pola makan, dan memperbanyak literasi tentang haji modern menjadi ikhtiarnya agar bisa kuat mendampingi istri dan membantu jamaah lain.  

Bagi ayah lima anak itu, haji bukan sekadar menuntaskan rukun Islam kelima. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk menebar manfaat seluas-luasnya.  

“Doakan kami sehat, mabrur, dan bisa pulang membawa semangat untuk terus melayani. Haji ini milik Allah, kita hanya dititipi kesempatan. Kalau bisa meringankan beban saudara seiman di sana, kenapa tidak,” tutup Muhyarsyah dengan mata berbinar.  

Keluarga besar Universitas Mercu Buana dan civitas akademika FEB-UMB Jakarta turut melepas keberangkatan pasangan ini. Rektor UMB dalam pesan singkatnya berharap Dr. Muhyarsyah menjadi duta kampus yang membawa nama baik institusi sekaligus memberi teladan pengabdian selama di Tanah Suci. (mag-2/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#kemenhaj sumut #operasional haji 2026 #kloter 1 embarkasi medan