SUMUT POS- KA Argo Bromo Anggrek kembali mengalami insiden, kali ini di perlintasan sebidang Dusun Sugihan, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.52 WIB saat sebuah mobil Avanza putih yang membawa rombongan pengantar jamaah haji tertemper kereta relasi Gambir–Surabaya Pasarturi tersebut.
Akibat kejadian itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Seram, Viral Aksi Pencurian dan Pembunuhan Terekam CCTV, Mantan Menantu Jadi Pelaku
Insiden ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek setelah sebelumnya kereta yang sama bertabrakan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026), yang menyebabkan banyak korban luka dan korban jiwa.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.
Ia menegaskan pentingnya disiplin masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang.
PT KAI juga kembali mengingatkan bahwa sesuai Pasal 181 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api maupun melintas secara sembarangan.
Sementara itu, tenaga kesehatan Puskesmas Pulokulon 1, Setyo Budi, menjelaskan bahwa total terdapat sembilan korban dalam kejadian tersebut dan seluruhnya merupakan rombongan pengantar jamaah haji.
Empat korban meninggal dunia masing-masing adalah Dalni (52) dan Muhamad Sakroni (52), keduanya warga Desa Kemloko, Kecamatan Godong, kemudian Naila Dwi K (11), warga Desa Mlowokarangtalun, serta Shazia Belvania Mutia (2,5), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.
Sementara lima korban lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi beragam, mulai dari luka ringan hingga cedera kepala sedang yang memerlukan rujukan ke rumah sakit. (jpg/ram)
Editor : Juli Rambe