Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tarif Pendorong Kursi Roda Berpotensi Melonjak Jelang Puncak Haji, Bisa Tembus 600 Riyal

Johan Panjaitan • Minggu, 3 Mei 2026 | 11:40 WIB
istimewa JAMAAH HAJI: Jamaah haji Indonesia keluar dari pemondokan di Mekkah. Kemenang saat ini mengkaji pengurangan masa tinggal di Tanah Suci.
istimewa JAMAAH HAJI: Jamaah haji Indonesia keluar dari pemondokan di Mekkah. Kemenang saat ini mengkaji pengurangan masa tinggal di Tanah Suci.

 

MAKKAH, Sumutpos.jawapos.com – Menjelang puncak ibadah haji, dinamika di Masjidil Haram kian padat. Lonjakan jumlah jamaah dari berbagai negara tak hanya memengaruhi arus ibadah di area tawaf dan sa’i, tetapi juga berdampak langsung pada tarif jasa pendorong kursi roda yang kini mulai merangkak naik.

Jika pada awal musim haji tarif jasa ini masih berada di kisaran 100 hingga 250 riyal, maka mendekati puncak haji harganya berpotensi melonjak drastis. Di lapangan, tarif bahkan disebut bisa menembus 500 hingga 600 riyal atau sekitar Rp2,5 juta per layanan.

Kondisi ini mencerminkan hukum permintaan dan penawaran yang tak terelakkan. Semakin tinggi kebutuhan, terutama dari jamaah lansia dan disabilitas, semakin besar pula peluang kenaikan tarif—terlebih saat tenaga pendorong terbatas di tengah membludaknya jamaah.

Baca Juga: Wabup Sergai Pimpin Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan sebagai Pilar Karakter Bangsa

Kepala Seksi PKP2JH Lansia dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ridwan Siswanto, mengakui fenomena tersebut. Ia menyebut, mendekati fase puncak ibadah, sebagian penyedia jasa bahkan enggan menegosiasikan harga.

“Semakin dekat hajian, tarif bisa sampai 500–600 riyal, dan mereka kadang tidak mau ditawar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tak wajar, PPIH mengupayakan pengendalian harga melalui skema Kartu Kendali yang dikoordinasikan dari terminal bus keberangkatan jamaah. Melalui mekanisme ini, petugas dapat membantu menegosiasikan tarif agar tetap berada di kisaran 250 hingga 350 riyal sebelum jamaah berangkat ke masjid.

Baca Juga: Yayasan Puteri Indonesia Cabut Gelar Jeni Rahmadial Fitri, Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Ajang

Namun demikian, besaran tarif tetap dipengaruhi oleh kondisi medan dari masing-masing titik keberangkatan. Terminal dengan kontur menanjak seperti Jabal Ka’bah cenderung memicu tarif lebih tinggi dibandingkan rute datar seperti Ajyad.

Selain itu, jamaah juga diimbau untuk menyiapkan uang dalam mata uang riyal dengan nominal pas. Pendorong resmi umumnya menolak pembayaran dalam bentuk rupiah, sehingga kesiapan transaksi menjadi faktor penting untuk menghindari kendala di lapangan.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kursi pendorong #jemaah haji #ppih #riyad mahrez #tarif