Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tak Ada Hubungan Diplomatik, Indonesia Minta Tolong ke Yordanian dan Mesir untuk Memastikam Kondisi 9 WNI yang Ditangkap Israel

Juli Rambe • Kamis, 21 Mei 2026 | 00:00 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat memimpin rapat. foto: Gerindra
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat memimpin rapat. foto: Gerindra

 

SUMUT POS- Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan kondisi warga negara Indonesia yang ditahan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. 

Selain memanfaatkan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP) untuk membebaskan sembilan WNI tersebut, pemerintah juga meminta bantuan Yordania dan Turki.

"Saya sudah minta bantuan dari teman-teman kita di Jordan, di Turki, kemudian juga dari sumber-sumber lain, rekan-rekan yang ada di negara-negara yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menyampaikan pesan dan dukungan ini," kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Dua Ruang Kelas di SMAN 7 Mataram Ambruk, Bagunan Dibangun Tahun 2006

Sugiono menyampaikan bahwa ada keterbatasan akses komunikasi dengan WNI yang ditahan Israel. Sebab, Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Atas dasar itu, Indonesia berkoordinasi dengan negara-negara lain yang memiliki hubungan langsung.

Koordinasi dilakukan guna memastikan kondisi WNI dalam keadaan baik dan diperlakukan dengan layak selama penahanan.

"Untuk memastikan kondisi mereka, kondisi rekan-rekan kita yang ditahan itu baik, kemudian mereka juga diperlakukan dengan baik," ujarnya Sugiono juga menegaskan bahwa tindakan Israel telah melanggar nilai kemanusiaan karena para relawan sedang menjalankan misi damai.

"Apa yang dilakukan oleh Israel merupakan satu hal yang melanggar kemanusiaan karena mereka ada dalam misi damai,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono kembali mengapresiasi semangat relawan yang terlibat untuk membantu masyarakat Palestina, khususnya di Gaza. Menlu Sugiono memastikan bakal terus memantau dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait.

Pemerintah Indonesia juga akan turut memanfaatkan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP) untuk bisa membebaskan WNI yang ditangkap oleh tentara Israel.

"Itu yang saya sebutkan tadi kan kita koordinasi. Iya (dengan BoP)," kata Sugiono.

Secara pribadi, Menlu kembali menyampaikan bahwa dirinya sudah menghubungi kedutaan atau perwakilan Indonesia untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri di Yordania, Turki, hingga Mesir untuk mencari informasi yang akurat terkait posisi dan situasi dan keadaan dari WNI yang ditangkap Israel.

Diketahui, 9 orang WNI tersebut tengah mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina lewat Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

"Betul, berdasarkan informasi terkini pukul 07.13 WIB, 9 (sembilan) WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, dilaporkan telah ditangkap Israel," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah. (bbs/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#wni ditahan israel #misi kemanusiaan #gaza palestina #palestina