Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rangkaian Haji 2026 Tuntas, Menhaj Minta Maskapai Jaga Ketepatan Waktu Penerbangan

Johan Panjaitan • Selasa, 2 Juni 2026 | 09:56 WIB

 

WUKUF: Jemaah haji wukuf di Padang Arafah, saat pandemi Covid-19. Tahun ini, ibadah haji berpeluang kembali dibuka. DOK/SUMUT POS.
WUKUF: Jemaah haji wukuf di Padang Arafah, saat pandemi Covid-19. Tahun ini, ibadah haji berpeluang kembali dibuka. DOK/SUMUT POS.

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah resmi memasuki fase akhir. Setelah menuntaskan seluruh prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jamaah haji Indonesia mulai kembali ke Tanah Air secara bertahap sejak Senin (1/6).

Momen kepulangan perdana itu mendapat perhatian langsung dari Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. Di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dini hari waktu Arab Saudi, Irfan melepas keberangkatan kloter-kloter awal sekaligus menyapa para jamaah yang bersiap meninggalkan Tanah Suci.

Selain menyerahkan cendera mata secara simbolis, Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada jamaah atas kedisiplinan mereka selama menjalankan ibadah. Ia tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan layanan yang mungkin masih dirasakan selama musim haji berlangsung.

“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya memohon maaf sebesar-besarnya jika masih ada kekurangan dalam pelayanan. Mungkin ada petugas yang kelelahan sehingga tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal,” ujarnya.

Baca Juga: FIFA Berlakukan Aturan Baru di Piala Dunia 2026, Terinspirasi Sejumlah Insiden Kontroversial

Dalam kesempatan itu, Irfan memberikan perhatian khusus kepada maskapai yang melayani penerbangan jamaah haji Indonesia. Ia meminta seluruh penerbangan kepulangan dijalankan sesuai jadwal dan menghindari keterlambatan yang dapat mengganggu kenyamanan jamaah.

“Tidak boleh ada keterlambatan yang tidak perlu. Apalagi sampai terjadi penundaan yang membuat jadwal bergeser ke hari berikutnya,” tegasnya.

Jamaah Puas dengan Layanan

Menurut Irfan, kesan yang ia tangkap dari para jamaah menunjukkan tingkat kepuasan yang cukup tinggi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai upaya perbaikan layanan yang dilakukan pemerintah dinilai mulai dirasakan langsung oleh jamaah.

“Kami berusaha sekuat tenaga menghadirkan layanan terbaik, dan alhamdulillah jamaah dapat merasakan upaya-upaya tersebut,” katanya.

Meski demikian, evaluasi menyeluruh tetap akan dilakukan. Irfan mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang memerlukan pembenahan, terutama pelayanan pada fase Mina yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan. Selain itu, pelaksanaan kebijakan istithaah kesehatan juga akan menjadi perhatian untuk musim haji mendatang.

Apresiasi terhadap pelayanan haji turut disampaikan Misbahul Munir, jamaah asal Probolinggo yang tergabung dalam Kloter SUB 1. Ia menilai layanan yang diberikan petugas selama berada di Arab Saudi sangat membantu jamaah.

Baca Juga: Ini Ragam Makanan yang Jadi Pantangan bagi Penderita Penyakit Hati

“Kalau saya menilai, pelayanannya sampai 95 persen. Dari kedatangan sampai Armuzna, hampir di setiap titik ada petugas yang siap membantu,” ujarnya.

Ia juga memuji kualitas layanan konsumsi selama puncak ibadah haji. Menurutnya, makanan yang disediakan sangat memadai sehingga banyak jamaah bahkan tidak sempat menghabiskan seluruh bekal yang dibawa dari Indonesia.

Batam Awali Gelombang Pemulangan

Fase pemulangan jamaah haji Indonesia diawali oleh Kelompok Terbang (Kloter) BTH-1 Embarkasi Batam. Sebanyak 445 jamaah diberangkatkan dari Makkah menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Minggu malam (31/5) waktu Arab Saudi.

Prosesi pelepasan dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, bersama Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal.

Ihsan mengatakan para jamaah tampak sehat, bahagia, dan antusias untuk segera berkumpul kembali bersama keluarga di Indonesia.

“Mereka terlihat senang, bangga, dan tentu sudah sangat rindu kepada keluarga serta kampung halaman,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, fase pemulangan gelombang pertama akan berlangsung mulai 1 Juni 2026 dengan total 17 kloter atau 6.798 jamaah.

Sementara itu, jamaah gelombang kedua dijadwalkan mulai kembali ke Indonesia pada 16 hingga 30 Juni 2026 melalui Madinah. Sebelum pulang, mereka akan terlebih dahulu bermukim sekitar sembilan hari di Kota Nabawi.

Baca Juga: Kapolres Labusel Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Pilar Utama Menjaga Kamtibmas

Ihsan mengimbau jamaah memanfaatkan sisa waktu di Arab Saudi untuk memperbanyak ibadah, termasuk salat di Masjid Nabawi, berziarah ke makam Rasulullah SAW, memasuki Raudhah, serta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah Islam.

Angka Kematian Menurun Drastis

Di tengah berakhirnya musim haji, pemerintah juga mencatat capaian positif dalam aspek kesehatan jamaah. Hingga 30 Mei 2026, jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat tercatat sebanyak 130 orang.

Angka tersebut turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun sebelumnya yang mencapai 267 orang.

Penurunan itu dinilai tidak lepas dari semakin ketatnya pemeriksaan kesehatan dan penerapan syarat istithaah sebelum keberangkatan jamaah ke Tanah Suci.

Fase Mina Berakhir, Layanan Tetap Berjalan

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah menyatakan fase puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijah 1447 H. Seluruh jamaah Indonesia yang memilih Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman dan tertib.

“Mina sudah bersih dari jamaah haji Indonesia,” kata Irfan.

Meski fase Mina telah tuntas, layanan kepada jamaah belum berakhir. Pemerintah masih terus mendampingi jamaah yang belum menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lainnya sebelum kepulangan ke Indonesia.

Irfan menginstruksikan seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk tetap memberikan pendampingan maksimal, terutama kepada jamaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi, agar seluruh proses ibadah hingga kepulangan dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#menhaj #jemaah haji #tanah suci #maskapai penerbangan #delay