Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Menaker Yassierli Gandeng India, Bidik Penguatan Talenta AI dan Kompetensi Digital Pekerja

Asih Astuti • Kamis, 16 Juli 2026 | 16:30 WIB
Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menaker Yassierli dan India membahas strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) di sela agenda BRICS Labour and Employment Ministers
Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menaker Yassierli dan India membahas strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) di sela agenda BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) di Hyderabad, India, Rabu (15/7)/(Istimewa).

 

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia dan India membahas strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Pembahasan tersebut dilakukan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Ketenagakerjaan India Mansukh Mandaviya di sela agenda BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) di Hyderabad, India.

Dalam pertemuan itu, Yassierli mendorong pertukaran pengalaman dengan India dalam pengembangan talenta digital, inovasi teknologi, dan peningkatan keterampilan pekerja.

Menaker menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah India atas keberhasilan penyelenggaraan rangkaian BRICS Employment Working Group dan BRICS Labour and Employment Ministers’ Meeting yang membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan, termasuk masa depan dunia kerja, transformasi digital, perlindungan sosial, dan pengembangan keterampilan.

Baca Juga: Satreskrim Polres Palas Amankan Dua Terduga Pelaku Pungli Parkir Liar di Pasar Sibuhuan

“Indonesia melihat India sebagai mitra penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebagai dua negara berkembang besar dengan perekonomian yang dinamis dan populasi usia muda yang besar, Indonesia dan India memiliki peluang untuk saling berbagi pengalaman dalam membangun tenaga kerja yang kompetitif, inklusif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja,” ujar Menaker Yassierli di di Hyderabad, India, Rabu (15/7).

Menaker menyampaikan ketertarikannya mempelajari pengalaman India dalam membangun ekosistem digital yang berperan dalam penciptaan lapangan kerja, pengembangan keterampilan, inovasi, dan investasi berbasis teknologi.

Menaker juga ingin mempelajari pengembangan pusat data, infrastruktur digital, serta berbagai inisiatif peningkatan keterampilan AI yang melibatkan pemerintah, organisasi pengusaha, dan industri.

Baca Juga: Komisi XII DPR Minta Pertamina Percepat Distribusi BBM ke SPBU di Sumut, Diprediksi Normal Jumat Malam

“Transformasi digital harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, pengembangan talenta AI, penguatan kompetensi digital, serta program reskilling dan upskilling menjadi penting agar pekerja mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang dari perubahan teknologi,” kata Menaker.

Menaker mengatakan, pertukaran pengalaman antara Indonesia dan India dapat diarahkan pada sejumlah bidang prioritas, antara lain peningkatan kapasitas instruktur pelatihan vokasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), AI, serta teknologi digital lainnya.

Selain penguatan talenta digital, Menaker juga memandang penting pemberdayaan pekerja informal melalui peningkatan keterampilan, dukungan kewirausahaan, serta jalur transisi menuju pekerjaan formal. Pertukaran pengalaman mengenai pelindungan pekerja platform dan pekerja gig juga menjadi perhatian, khususnya terkait hak ketenagakerjaan, perlindungan sosial, serta keselamatan dan kesehatan kerja.

Baca Juga: Ruko Bekas Toko Buku Salemba di Tebing Tinggi Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Unsur Kesengajaan

Menaker menegaskan, Indonesia membuka peluang untuk memperluas pertukaran pengetahuan dengan India melalui technical exchanges (pertukaran teknis), expert dialogues (dialog pakar), study visits (kunjungan studi), joint capacity-building programmes (program peningkatan kapasitas bersama), serta kemitraan kelembagaan antara kementerian dan institusi pelatihan kedua negara.

“Indonesia berkomitmen memperkuat kemitraan dengan India, baik secara bilateral maupun dalam kerangka BRICS, untuk mendorong pekerjaan yang layak, meningkatkan daya saing tenaga kerja, dan membangun institusi pasar kerja yang tangguh serta responsif terhadap transformasi teknologi,” ujar Menaker. (rel/sih)

Editor : Redaksi
Kompetensi Tenaga Kerja inovasi teknologi menaker ai