Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pesilat Usia Dini Tampil Memukau di 3rd International Indonesian Pencak Silat Open Championship 2025

Johan Panjaitan • Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:40 WIB
INDONESIA OPEN: Pertandingan 3rd International Indonesian Pencak Silat Open Championship 2025 di Gedung Serbaguna Pemprovsu
INDONESIA OPEN: Pertandingan 3rd International Indonesian Pencak Silat Open Championship 2025 di Gedung Serbaguna Pemprovsu

Sumutpos.jawapos.com-Ajang 3rd International Indonesian Pencak Silat Open Championship 2025 yang digelar pada 4–10 Agustus di Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Utara, memberikan panggung istimewa bagi pesilat usia dini dari seluruh penjuru Indonesia.

Ajang ini menjadi momentum penting dalam pembinaan sejak dini bagi para pesilat muda yang kelak akan membawa nama Indonesia di kancah internasional.

Kategori usia dini dibagi menjadi dua kelompok: Usia Dini-1 (5–8 tahun) dan Usia Dini-2 (8–11 tahun). Meskipun mereka bertanding hanya sekali dengan durasi dua babak masing-masing satu menit, seluruh peserta dijamin menjadi juara. Pesilat yang menang mendapatkan medali emas (juara 1), dan yang kalah tetap membawa pulang medali perak (juara 2).

“Seluruh pesilat usia dini adalah juara. Ini bagian dari pendidikan karakter dan semangat sportivitas sejak dini,” ujar Mad Tuah SH, Koordinator Pertandingan, mewakili Ketua Panitia Dr dr H Johny Marpaung MKedOG SpOG Subsp-KFM.

Ajang pencak silat internasional yang dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto, diwakili Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, juga mempertandingkan kategori pra-remaja, remaja, dan dewasa. Total ada 3.265 pesilat yang bertanding, termasuk 500 pesilat usia dini dari hampir seluruh provinsi dan perguruan pencak silat tanah air, mulai dari Sumatera hingga Papua Pegunungan.

Mad Tuah menambahkan bahwa demi keamanan, pesilat usia dini menggunakan body protector dan hanya diperbolehkan melakukan pukulan dan tendangan. "Tidak boleh membanting, menyapu, atau menarik. Jadi tingkat cedera sangat kecil," jelasnya.

Penampilan para pesilat usia dini ini pun memukau ribuan penonton. Mereka menunjukkan semangat juang luar biasa. “Selisih poin antar-pesilat usia dini tidak terlalu jauh, menunjukkan persaingan sehat dan seimbang,” tambah Mad Tuah.

Salah satu peserta, Azzima dari SMI Bayu Palano Padang, Sumatera Barat, mengaku optimis menghadapi pertandingan selanjutnya pada Rabu (6/8).

"Ingin membawa oleh-oleh medali emas," ujarnya. Azzima, yang bercita-cita menjadi dokter, merasa senang bisa berpartisipasi dalam even besar ini.

Sementara itu, Muhammad Rifki (14), pesilat kategori pra-remaja dari Pesantren Mawaridussalam Deliserdang, tetap bersemangat meskipun belum menang dalam pertandingan. “Saya senang dapat pengalaman bertanding di even internasional,” ungkapnya.

Pelatih Rifki, Razudin Saragih MM, mengatakan saat ini ada 168 pesilat dari kalangan santri di pesantren tersebut, termasuk pesilat termuda berusia 10 tahun. “Sudah ada juga santri yang mewakili Sumut di Pra-PON lalu,” ujarnya bangga.(dmp/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pesilat #usia dini #3rd International Indonesia Pencak Silat Open Championship #tampil memukau