MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Sejumlah pesilat luar negeri akan bertarung pada di partai final 3rd International Indonesian Pencak Silat Open Championship 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Jalan Pancing Medan, Minggu (10/8) pagi.
Penonton pun dapat menyaksikan partai final bersama para jawara pencak silat dunia bertarung di International Indonesian Pencak Silat Open Championship 2025 secara gratis. Penonton sejak pembukaan kegiatan senantiasa memenuhi tempat pertandingan.
Pencak silat internasional yang dilaksanakan panitia dipimpin Dr dr H Johny Marpaung MKedOG SpOG Subsp-KFM ini dimulai sejak 4 Agustus lalu yang dibuka Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat.
Pesilat Malaysia Muhammad Arief (MSN Pulau Pinang) ditantang pesilat Indonesia Sulasmin Ali Marisa (PSM Garuda TNI AD) pada kategori senior male di arena A. Kemudian pesilat Singapura Nur Syaza Insyirah berjumpa dengan pesilat Indonesia Yeli Triana Lestari (STIA Bengkulu) pada kategori senior female di arena B.
Di arena C Gedung Serbaguna Pemprovsu, dua pesilat Singapura lainnya juga bertarung di babak final. Quraifah Aqiffah ditantang Atifa Fismawati (PSM Garuda TNI AD) pada kategori senior female. Sedangkan Abdul Raazaq bertarung dengan M Adrian Syahruk Maulana (IPSI Kutai Kartanegara).
Babak final untuk kategori lainnya diisi para pesilat dari Tangan Mas Sumbar, DKI Jakarta, Padanglawas, Arak Kabau Gadang, Tapak Suci Tanjungsari, AMIK ITMI dan Spobnas Babel.
Kemudian pesilat dari The Kingdom PS Silsifu Sumut, Persinaga, IPSI Bangkabelitung, Yongsneng, Persinas Asad Sumut, SMI Batu Palano Sumbar, 309 Deliserdang TS Team, SMA Negeri 2 Bengkulu Utara, IPSI Kota Medan, Pencak Silat Kisaran Club dan Spobnas NTB.
Sementara itu kategori jurus senior pada 3rd International Indonesian Pencak Silat Open Champions telah dipertandingkan. Pesilat luar negeri dari Myanmar yakni Nay Win Sun pada kelas tunggal meraih juara satu. Unggul dari Galang Prasetyo Aji (Perguruan Silat Walet Putih), M Risky (Armada Sattva) dan Mario Nuritama (PSM Garuda TNI AD).
Pesilat luar negeri juga sukses meraih juara kedua dan ketiga regu jurus senior putra. Haziq Irfan, Muhammad Ridzqi dan Muhammad Aqiff Dhaniq (Singapura) jadi juara kedua. Sedangkan Nay Win Sunn, Phyo Ngwe Soe dan Myo Htet Zaw (Myanmar) jadi juara ketiga. Pada kategori ini regu PSM Garuda TNI AD juara pertama dan regu Tangan Mas Sumbar juga meraih juara ketiga.
Satu pesilat luar negeri yang sukses menjadi juara pada 3rd International Indonesian Pencak Silat Open Champions di Medan adalah Bernadetha Larasati Prasetya dari Amerika Serikat. Turun di kategori jurus senior tunggal, ia menjadi juara ketiga bersama Syafira Cahya Ramadhani (Universitas Pembangunan Panca Budi). Sedangkan juara pertama dan kedua diraih Deslya Anggraini (IPSI Sumut) dan Silvi Wahyuni (Tangan Mas Sumbar).
Perolehan Medali
Sementara itu untuk perolehan medali kategori pelajar usia dini 1 dan 2 juara umum pertama diraih para pesilat SPDKK Pusat dengan 14 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Juara umum kedua diraih para pesilat dari Armada Sattva dengan 10 emas, 11 perak dan 7 perunggu. Juara umum ketiga diraih para pesilat dari Perisai Diri Sumbar dengan 8 emas, 2 perak dan 4 perunggu.
Pada kategori pra-remaja pelajar, juara umum pertama diraih para pesilat dari Maharani Team dengan 15 emas, 16 perak dan 28 perunggu. Juara umum kedua diraih pesilat dari Armada Sattva dengan 14 emas, 10 perak dan 16 perunggu serta juara umum ketiga diraih para pesilat dari Golden Student. Juara umum pertama kategori remaja diraih para pesilat dari Maharani Team dengan 27 emas, 24 perak dan 40 perunggu. Juara umum kedua diraih para pesilat dari Armada Sattva dengan 10 emas, 9 perak dan 21 perunggu serta Golden Student dengan 10 emas, 3 perak dan 5 perunggu. (dmp/han)
Editor : Johan Panjaitan