Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Megawati Hangestri Pertiwi Terancam Kehilangan Separuh Musim di Korea

Johan Panjaitan • Jumat, 29 Mei 2026 | 11:00 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi. (Dok: KOVO)
Megawati Hangestri Pertiwi. (Dok: KOVO)

 

Sumutpos.jawapos.com-Langkah gemilang Megawati Hangestri Pertiwi di kompetisi voli Korea Selatan kini dibayangi ancaman serius. Opposite hitter andalan Indonesia itu berpotensi kehilangan hingga 18 pertandingan bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate pada musim V-League 2026/2027.

Bukan karena cedera atau performa menurun, melainkan akibat wacana regulasi baru yang mulai mengguncang kompetisi voli putri Korea Selatan.

Usulan tersebut datang dari pelatih tim nasional voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun. Ia mendorong diterapkannya pembatasan pemain asing di V-League dengan alasan perkembangan pemain lokal mulai terhambat akibat dominasi legiun impor.

Jika aturan itu disahkan, maka seluruh pemain asing hanya diizinkan tampil pada separuh awal musim reguler. Artinya, Megawati dan para pemain impor lainnya kemungkinan harus menepi pada paruh kedua kompetisi.

Baca Juga: Ousmane Dembele Samai Rekor Zlatan Ibrahimovic dan Kylian Mbappe

Situasi tersebut jelas menjadi pukulan bagi Hyundai Hillstate. Sebab, sejak datang ke Korea Selatan, Megawati menjelma sebagai salah satu mesin poin paling berbahaya di liga. Smash keras, akurasi serangan, hingga mental bertandingnya membuat pemain asal Jember itu cepat mendapat tempat di hati publik Korea.

Namun bagi Cha Sang-hyun, keberhasilan pemain asing justru memperlihatkan masalah yang lebih besar dalam pembinaan voli putri Korea Selatan.

“Tidak ada pemain yang dominan di tim putri. Efektivitas serangan mereka tidak mencapai 10 persen,” ujar Sang-hyun seperti dikutip dari Naver.

Pernyataan itu memperlihatkan kegelisahan federasi dan pelatih timnas Korea Selatan terhadap menurunnya kualitas hitter lokal. Ketergantungan klub-klub terhadap pemain asing dianggap membuat kesempatan berkembang bagi pemain domestik semakin sempit.

Baca Juga: Martin Manurung Tebar 8 Sapi Kurban di Labuhanbatu Raya, Sasar Pesantren hingga Komunitas Muslim

Di sisi lain, usulan tersebut berpotensi memunculkan polemik besar. V-League selama ini justru mendapatkan daya tarik tambahan berkat kehadiran pemain asing berkualitas, termasuk Megawati yang sukses mendongkrak popularitas liga di Indonesia maupun Asia Tenggara.

Bagi Megawati sendiri, ancaman kehilangan 18 pertandingan tentu bukan persoalan kecil. Selain memengaruhi ritme permainan, pembatasan itu juga bisa berdampak terhadap kontribusi statistik dan posisi pentingnya dalam skuad Hyundai Hillstate.

Kini, nasib Megawati dan para pemain asing lain berada di tangan pengambil kebijakan V-League. Jika aturan itu benar-benar diterapkan, maka kompetisi voli Korea Selatan akan memasuki era baru—era yang mungkin lebih ramah bagi pemain lokal, tetapi sekaligus mengurangi magnet internasional yang selama ini membuat liga mereka semakin diperhatikan dunia.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#league korea #hyundai #Megawati Hangestri Pertiwi #pemain