DELISERDANG, SUMUT POS- Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, memimpin langsung sesi latihan skuad Garuda Muda di Stadion Madya I, Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (30/5/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan akhir menjelang laga perdana ASEAN U-19 Boys Championship 2026 menghadapi Myanmar yang akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (1/6/2026).
Dalam sesi latihan yang berlangsung dengan intensitas sedang tersebut, Nova tampak memberikan berbagai instruksi kepada para pemain, mulai dari penguatan aspek taktikal, transisi permainan, hingga pemantapan mental bertanding. Laga melawan Myanmar dinilai akan menjadi ujian awal bagi Timnas Indonesia U-19 dalam upaya meraih hasil maksimal di turnamen bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut.
Baca Juga: Kabupaten Labura Kembali Raih Opini WTP ke-11
Nova mengungkapkan bahwa persiapan tim sejauh ini berjalan sesuai rencana. Sebelum tiba di Sumatera Utara, Timnas Indonesia U-19 telah menjalani pemusatan latihan (training camp/TC) selama dua pekan di Yogyakarta guna mematangkan kekompakan dan strategi permainan.
"Kami sudah menyelesaikan TC selama dua minggu di Yogyakarta. Setelah itu kami tiba di Medan pada tanggal 28 Mei dan sekarang fokus mempersiapkan pertandingan pertama melawan Myanmar pada 1 Juni nanti," ujar Nova Arianto kepada wartawan usai latihan.
Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia senior dan Timnas U 17 tersebut itu memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi yang baik dan siap menjalani pertandingan pembuka. Menurutnya, tidak ada kendala berarti yang mengganggu program persiapan tim selama berada di Medan.
"Secara kondisi pemain semuanya siap. Kami tinggal memaksimalkan beberapa hal yang masih perlu diperbaiki sebelum pertandingan pertama," katanya.
Menghadapi laga perdana sebuah turnamen internasional, Nova menilai aspek mental dan psikologis pemain menjadi faktor yang sangat menentukan. Ia mengakui bahwa pertandingan pertama kerap menghadirkan tekanan tersendiri bagi para pemain muda.
Karena itu, selain mempersiapkan strategi permainan, tim pelatih juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan mental para pemain agar mampu tampil lepas dan percaya diri saat menghadapi Myanmar.
"Pertandingan pertama tentu membutuhkan kesiapan mental yang sangat baik. Selain taktikal dan strategi yang sudah kami siapkan sejak datang ke Medan, aspek psikologis pemain juga menjadi perhatian utama kami," ungkap Nova.
Menurutnya, secara kualitas teknis dan taktikal, kemampuan tim peserta di kelompok umur U-19 tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh. Oleh sebab itu, mentalitas dan keberanian bermain sering kali menjadi faktor pembeda dalam pertandingan.
"Saya melihat secara teknik dan taktikal kemampuan tim cukup berimbang. Yang paling penting adalah bagaimana pemain memiliki mental bertanding yang kuat dan mampu menjalankan instruksi dengan baik di lapangan," lanjutnya.
Meski berstatus tuan rumah dan juara bertahan serta mendapat dukungan penuh dari suporter Indonesia, Nova menegaskan timnya tidak akan meremehkan Myanmar. Ia menilai calon lawannya tersebut memiliki persiapan yang sangat matang sebelum tampil di ASEAN U-19 Boys Championship 2026.
Berdasarkan pemantauan tim pelatih, Myanmar telah menjalani program persiapan di Thailand dan mendapatkan banyak pengalaman bertanding sebelum datang ke Indonesia.
"Myanmar adalah tim yang sangat baik. Mereka juga melakukan persiapan di Thailand dan saya melihat kesiapan mereka cukup bagus," ujar Nova.
Tak hanya itu, Nova menyebut beberapa pemain Myanmar telah mendapatkan jam terbang yang tinggi karena tampil dalam kompetisi kelompok usia yang lebih senior.
"Tim U-19 Myanmar juga bermain di kompetisi U-21. Itu menunjukkan mereka memiliki persiapan yang serius dan tentu harus kami waspadai," katanya.
Selain berbicara mengenai persiapan tim, Nova juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas latihan yang digunakan selama berada di Sumatera Utara. Menurutnya, kondisi lapangan latihan di Stadion Madya I Batang Kuis sangat baik dan mendukung program yang dijalankan tim pelatih.
"Kondisi lapangan sangat baik. Kami cukup puas dengan fasilitas yang tersedia dan ini sangat membantu proses persiapan tim menjelang pertandingan," ujarnya.
Sementara itu, Nova juga memberikan kabar mengenai pemain keturunan Indonesia, Baker, yang dijadwalkan segera bergabung dengan skuad Garuda Muda setelah menyelesaikan tugasnya bersama klub atau tim yang saat ini dibelanya di luar negeri.
Meski demikian, fokus utama tim saat ini tetap tertuju pada persiapan menghadapi Myanmar.
Target Skuad Garuda Muda
Terkait target di turnamen, Nova menegaskan bahwa dirinya tidak ingin para pemain terlalu jauh memikirkan gelar juara. Ia meminta seluruh pemain fokus menjalani setiap pertandingan satu per satu dan berusaha meraih kemenangan.
"Target utama kami adalah memenangkan setiap pertandingan yang kami hadapi. Kalau kami bisa terus menang, tentu target akhirnya adalah menjadi juara," tegas Nova.
Menurutnya, gelar juara merupakan konsekuensi dari konsistensi meraih kemenangan di setiap laga. Karena itu, ia ingin para pemain tetap fokus dan tidak terbebani oleh target yang terlalu jauh.
"Saya selalu sampaikan kepada pemain, fokus saja pada pertandingan terdekat. Menangkan pertandingan demi pertandingan. Kalau itu bisa dilakukan, maka hasil terbaik akan mengikuti," pungkasnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan publik tuan rumah, Timnas Indonesia U-19 kini siap menatap laga pembuka melawan Myanmar. Kemenangan pada pertandingan perdana akan menjadi modal penting bagi Garuda Muda untuk menjaga peluang melangkah jauh sekaligus mewujudkan ambisi meraih gelar juara ASEAN U-19 Boys Championship 2026.(san/ram)
Editor : Juli Rambe