Verstappen Bersinar di Hungaria, Namun Krisis Performa Red Bull Belum Usai

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:30 WIB
Max Verstappen. (motorauthority)
Max Verstappen. (motorauthority)

 

MOGYOROD, Sumutpos.jawapos.com – Max Verstappen berhasil mencuri perhatian pada Formula 1 GP Hungaria 2026. Memulai balapan dari posisi keempat, juara dunia empat kali itu sukses finis di urutan kedua setelah menampilkan performa impresif di Sirkuit Hungaroring, Minggu (26/7).

Namun, podium tersebut ternyata tidak mampu menutupi persoalan mendasar yang masih membelit Red Bull Racing. Di balik hasil gemilang Verstappen, mobil RB22 masih menyimpan banyak kelemahan yang membuat tim asal Milton Keynes itu memiliki pekerjaan rumah besar menjelang paruh kedua musim.

Verstappen sendiri mengaku terkejut bisa berdiri di podium. Menurutnya, sepanjang akhir pekan, mobil yang dikendarainya masih jauh dari performa terbaik.

"Saya hanya berpikir, bagaimana saya bisa berada di sini? Saya terkejut. Saya bahkan masih terkejut," ujar Verstappen, dikutip dari ESPN.

Baca Juga: Bupati Baharuddin Pimpin Tepung Tawar Jemaah Haji, Tekankan Peningkatan Layanan Haji Batu Bara

Pembalap Belanda berusia 28 tahun itu mengungkapkan bahwa RB22 masih mengalami berbagai persoalan, mulai dari keseimbangan mobil, perpindahan gigi, hingga aspek aerodinamika yang belum optimal.

"Mobil sangat oversteer dan pada satu titik mengalami penurunan performa. Saya masih kesulitan dengan hal yang sama seperti kemarin," katanya.

Verstappen Maksimalkan Peluang

Meski mobil belum kompetitif, Verstappen mampu memaksimalkan seluruh peluang yang tersedia selama balapan.

Start yang agresif, strategi pit stop yang tepat, serta aksi dive bomb saat menyalip Lewis Hamilton menjadi kunci keberhasilannya meraih posisi kedua.

Baca Juga: Jangan Asal Makan Telur, Padukan dengan 4 Makanan Ini agar Nutrisinya Lebih Maksimal

Keberuntungan juga berpihak kepada Verstappen ketika Oscar Piastri gagal menyelesaikan balapan, sementara Hamilton masuk pit saat periode Virtual Safety Car (VSC). Kombinasi strategi dan konsistensi membuat Verstappen mengamankan podium meski mengendarai mobil yang belum berada dalam kondisi ideal.

Red Bull Akui RB22 Masih Bermasalah

Kepala Tim Red Bull, Laurent Mekies, tidak menampik bahwa timnya masih kesulitan menemukan setelan terbaik untuk RB22.

Menurutnya, baik Verstappen maupun Isack Hadjar belum mendapatkan mobil yang benar-benar mampu mengeluarkan potensi maksimal mereka.

"Saya rasa kami tidak pernah berhasil memberikan Max dan Isack mobil yang bisa mereka dorong dengan baik," ujar Mekies.

Ia mengakui performa RB22 masih terlalu sensitif terhadap perubahan setelan. Sedikit saja keseimbangan mobil berubah, performanya langsung menurun drastis.

Karena itu, jeda musim panas selama sekitar satu bulan akan dimanfaatkan Red Bull untuk mengurai penyebab inkonsistensi tersebut.

"Kami akan mencoba memahami mengapa kami begitu berada di batas keseimbangan mobil, antara mobil bekerja dan tidak bekerja," jelas Mekies.

PR Besar Jelang Paruh Kedua Musim

Evaluasi selama jeda musim panas menjadi sangat krusial bagi Red Bull jika ingin kembali bersaing secara konsisten dengan para rival.

Tim teknis harus menemukan solusi agar RB22 tidak hanya kompetitif dalam kondisi tertentu, tetapi juga mampu tampil stabil di berbagai karakter sirkuit.

Tanpa perbaikan signifikan, Red Bull berisiko semakin tertinggal dalam persaingan gelar juara dunia musim 2026.

Red Bull Siapkan Regenerasi, Gwen Lagrue Gantikan Helmut Marko

Baca Juga: Sule Angkat Bicara soal Putusan PTA Bandung, Tegaskan Tak Lagi Punya Hak atas Warisan Lina Jubaedah

Di tengah fokus membenahi performa mobil, Red Bull juga melakukan langkah strategis untuk masa depan.

Tim resmi menunjuk Gwen Lagrue sebagai Direktur Red Bull Junior Programme, menggantikan Helmut Marko yang selama bertahun-tahun menjadi sosok sentral dalam pengembangan pembalap muda.

Lagrue bukan nama asing di dunia Formula 1. Selama 11 tahun bersama Mercedes, ia berperan penting dalam membina sejumlah talenta muda yang kemudian sukses menembus F1, termasuk George Russell dan Kimi Antonelli.

Pengalaman tersebut menjadi alasan utama Red Bull mempercayakan program akademinya kepada pria asal Belgia tersebut.

"Gwen adalah salah satu pengembang talenta terbaik di Formula 1. Kami mengetahui keahlian, kepemimpinan, dan semangatnya dalam mengembangkan pembalap muda," tutur Mekies, dikutip dari Motorsport.

Penunjukan Lagrue menjadi sinyal bahwa Red Bull tidak hanya fokus memperbaiki performa jangka pendek melalui pengembangan RB22, tetapi juga mulai membangun fondasi kuat untuk menjaga daya saing tim dalam beberapa musim mendatang.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
max verstappen gp hungaria rel bull finish