Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

SCORA PEMA FK USU Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Medan

Admin SP • Selasa, 21 Mei 2024 | 21:03 WIB
BERSAMA: Pembina SCORA PEMA FK USU, dr Sri Amelia bersama Ketua Umum SCORA PEMA FK USU, M Abrar Haidar Gunawan dan lainnya, di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Medan Selayang. Sumut Pos/Dokumen Pribadi
BERSAMA: Pembina SCORA PEMA FK USU, dr Sri Amelia bersama Ketua Umum SCORA PEMA FK USU, M Abrar Haidar Gunawan dan lainnya, di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Medan Selayang. Sumut Pos/Dokumen Pribadi

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Standing Committee on Reproductive Health Including AIDS Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (SCORA PEMA FK USU) menggelar SCORA'S School Visit (Scovis), yakni mengunjungi sekolah untuk penyuluhan terkait kekerasan seksual, di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Medan Selayang, pada Sabtu (11/5) lalu.

Acara bertemakan, PROTECT (Prevent, Raise Awareness, Offer Support, Empower, Children Together) ini, dihadiri sebanyak 100 peserta, masing-masing di antaranya, 50 peserta dari orang tua dan 50 peserta dari anak. Acara juga dihadiri Pembina SCORA PEMA FK USU, dr Sri Amelia.

Ketua Umum SCORA PEMA FK USU, M Abrar Haidar Gunawan menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut memberikan edukasi atau penyuluhan tentang kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak, kepada orang tua beserta anak-anaknya yang bersekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Medan Selayang.

"Untuk orang tua, kita mengadakan talkshow untuk mencari langkah-langkah konkrit meningkatkan 'awareness' dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak," ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (21/5).

Sedangkan, lanjut Abrar, acara untuk anak, pihaknya menggelar senam dengan menggunakan lagu edukasi yang berisikan pencegahan kekerasan seksual, juga mengadakan pagelaran drama tentang kejadian kekerasan di kalangan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian, sambungnya, acara kuis organ tubuh, dengan tujuan agar mereka tahu bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh. Selanjutnya, Bonding session, yakni kegiatan antara kakak asuh beserta peserta anak, dengan mengobrol terkait sex education, serta colouring time (mewarnai) bagian tubuh yang tidak boleh disentuh.

Setelah itu, pihaknya mengadakan kuis atraktif putra dan putri sebagai peserta terbaik dan peserta kelompok terbaik dengan mendapatkan bingkisan menarik, seperti mug, buku panduan berisikan sketsa-sketsa tubuh yang tidak boleh disentuh.

"Di akhir acara, kita juga mengadakan pemeriksaan kesehatan umum untuk orang tua anak, seperti cek gula darah, asam urat dan kolesterol. Sedangkan untuk anak cek golongan darah," tandasnya. (dwi/han)

Editor : Redaksi
#usu #TK Aisyiyah Bustanul Athfal