Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dosen FT USU Kembangkan Hexagonal Rotary Dryer jadi IPWD untuk Meningkatkan Kualitas Kopi sebagai Komoditas Unggulan Desa Sempa Jaya

Admin SP • Kamis, 19 September 2024 | 19:12 WIB
Para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU, kepala lingkungan, dan masyarakat Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo foto bersama usai mengikuti kegiatan penyuluhan.
Para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU, kepala lingkungan, dan masyarakat Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo foto bersama usai mengikuti kegiatan penyuluhan.

SEMPA JAYA, SUMUTPOS.CO - Dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan skema ekonomi dan sosial Lembaga Pengabdian dan Pelayanan Kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM-USU) yang diputuskan untuk dilaksanakan di Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sabtu (14/9).

Pengabdian ini diketuai Prof. Dr. Eng. Rondang Tambun, S.T., M.T. dengan anggota Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T., Dr. Ir. Iriany, M.Si., dan Sheylin Wimora Lumban Tobing, S.T., M.Eng dengan dibantu tiga orang mahasiswa S-1 Fakultas Teknik USU, yakni Agung Nehemia Wijaya Sianturi, Mawardyah Maysari Br Sidauruk, Fawwazul Fadhli, serta Luke Gilbert Buysang.

Pada pengabdian yang mengangkat judul “Pengembangan Hexagonal Rotary Dryer Menjadi Intergrated Of Peeler, Washer, And Dryer (IPWD) Berbasis Internet Of Things (IoT) sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Kopi Sebagai Komoditas Unggulan di Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo” tersebut, para dosen dan mahasiswa memberi penyuluhan, bagaimana aplikasi dari mesin pengering biji kopi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mengeringkan biji kopi sebagai komoditas unggulan di Desa Sempa Jaya.

Peralatan yang memadai serta bahan baku yang melimpah, menjadi latar belakang pengembangan mesin pengering kopi IPWD yang berbasis IoT sehingga dapat diberdayakan oleh para petani kopi di Desa Sempa Jaya. Demonstrasi penggunaan alat pengering kopi dilakukan kepada para petani dan pelaku usaha kopi agar dapat langsung diaplikasikan pada kegiatan pengolahan kopi mereka.

“Komoditas kopi menjadi salah satu komoditas unggulan Desa Sempa Jaya dan berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas kopi adalah kadar air dari kopi itu sendiri,” kata ketua tim pengabdian Prof. Dr. Eng. Rondang Tambun, S.T., M.T.

Menurutnya, pengeringan diperlukan untuk menghindari kerusakan selama penyimpanan dan memperpanjang umur simpan. Pengeringan sering menjadi masalah dalam penanganan pasca panen karena petani sering melakukan panen pada saat musim hujan dengan kondisi lingkungan yang lembab dan curah hujan yang tinggi. “Dengan bantuan alat pengering kopi ini, diharapkan dapat menekan angka kandungan air pada kopi guna mempercepat kegiatan pasca panen pare petani kopi di Desa Sempa Jaya” ungkap Prof. Dr. Eng. Rondang Tambun, S.T., M.T.

“Kegiatan pengabdian masyarakat yang baru diselenggarakan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya pengembangan teknologi pengolahan kopi konvensional,” imbuhnya.

Acara tersebut dibuka dengan pemaparan materi komprehensif, memberikan wawasan mengenai kelebihan dari alat yang dapat dipakai untuk kebutuhan warga. Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaaan hasil dari pengeringan biji kopi itu sendiri yang mengundang antusias dari masyarakat setempat.

Warga setempat sangat antusias mengikuti demonstrasi yang diperagakan mahasiswa fakultas teknik tersebut. Tidak lupa para anggota pengabdian juga mengajak warga setempat untuk ikut dalam mengunakan alat pengering kopi tersebut secara langsung dan ada juga beberapa masukan dari warga terkait alat efisiensi dari alat yang didemonstrasikan.

“Saya selaku masyarakat di sini, melihat bahwa warga setempat sangat antusias terhadap kedatangan para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU dalam melaksanakan pengabdiannya,” ungkap seorang warga peserta penyuluhan.

Dia juga mengatakan, pemanfaatan teknologi tepat guna seperti ini diharapkan dapat membantu kegiatan pasca panen masyarakat. “Namun mungkin kami selaku perwakilan masyarakat melihat alat ini bisa dikembangkan lebih optimal lagi, seperti penambahan pemanas dan sebagainya untuk memaksimalkan produk kopi yang kami produksi selanjutnya,” harapnya.

Dia juga menilai, program ini tepat sasaran mengingat banyaknya bahan baku di daerah tersebut. “Dengan adanya penyuluhan yang dilaksanakan oleh tim USU, diharapkan warga dapat mengolah kopi dengan lebih mudah dan dapat meningkatkan produksi biji kopi berkualitas dengan bantuan alat ini,” pungkasnya. (rel/adz)

Editor : Redaksi
#usu