MEDAN, SUMUTPOS.CO - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk dalam dunia pendidikan.
Teknologi memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih interaktif dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal ini mendukung pentingnya penerapan teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya bagi siswa-siswa SMK.
Kampus Institut Kesehatan Helvetia (IKH) baru-baru ini melaksanakan pengabdian di sekolah yayasan pendidikan An Naas Binjai, Selasa (13/1/2024), dengan tema kegiatan program pembelajaran mandiri bahasa Inggris dengan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa, terutama dalam mempersiapkan mereka untuk tantangan di dunia kerja global.
Kegiatan ini diketuai oleh Ani Deswita Chaniago, S.Pd, M.Hum, dan dibantu rekan-rekan dosen lainnya Laila Hasyim, M.A, Utary Dwi Listiarini, M.Kes., Mariana, M.Hum., Linda Hernike Napitupulu, M.Kes. serta beberapa mahasiswa IKH. Program ini melibatkan 37 siswa/i dari berbagai jurusan di SMK An Naas Binjai.
"Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk membantu siswa mengembangkan diri dalam belajar bahasa Inggris secara mandiri, dengan menggunakan berbagai platform dan aplikasi teknologi seperti aplikasi pembelajaran bahasa, video tutorial, dan platform pembelajaran daring" jelas Ani, Kamis (16/1/25).
Ani menyampaikan, dalam pelaksanaannya, siswa dibimbing untuk mengenal berbagai sumber belajar yang dapat diakses secara online, termasuk penggunaan aplikasi seperti Duolingo, Babbel, dan membantu pemilihan akun yg bermanfaat untuk belajar bahasa inggris di platform tiktok dan berbagai website pembelajaran lainnya yang dapat membantu mereka mengasah keterampilan bahasa Inggris secara praktis dan menyenangkan.
Menurut Ani, melalui pendekatan pembelajaran mandiri berbasis teknologi ini, siswa didorong untuk melatih keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dengan lebih interaktif. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya disiplin dalam mengatur waktu belajar secara mandiri, serta meningkatkan motivasi siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran mereka.
Setelah mengikuti program sosialisasi tentang pembelajaran mandiri berbasis teknologi, siswa/i SMK An Naas Binjai menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan bahasa Inggris mereka. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, lebih dari 75% siswa berhasil meningkatkan kemampuan mereka dalam berbicara dan menulis bahasa Inggris. Mereka juga menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam konteks profesional.
"Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris membantu siswa mengatasi keterbatasan waktu dan ruang, memungkinkan mereka untuk belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing. Akses ke berbagai sumber belajar digital juga memperkaya materi yang mereka pelajari di kelas, sehingga pembelajaran menjadi lebih variatif dan menarik"ungkap Ani.
Ani mengatakan, integrasi teknologi dalam pembelajaran mandiri bahasa Inggris bagi siswa SMK An Naas Binjai terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Pembelajaran yang berbasis pada aplikasi dan platform digital memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara lebih fleksibel dan mandiri. Hal ini sangat mendukung pengembangan keterampilan bahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.
"Demi keberlanjutan dan pengembangan program ini, disarankan agar sekolah terus memperbarui dan mengintegrasikan teknologi terbaru dalam proses pembelajaran. Peningkatan pelatihan bagi guru dalam penggunaan teknologi juga penting agar mereka dapat memberikan bimbingan yang optimal kepada siswa" Ucapnya.
Selain itu, kata Ani, perlu adanya evaluasi secara berkala untuk mengukur efektivitas penggunaan teknologi dalam pembelajaran mandiri bahasa Inggris, serta memastikan semua siswa dapat mengakses dan memanfaatkan teknologi dengan baik. (mag-2/han)
Editor : Redaksi