MEDAN-Media sosial (Medsos) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z. Namun, tingginya intensitas penggunaan media sosial sering kali tidak diiringi dengan pemahaman mendalam tentang etika berkomunikasi.
Fenomena cyberbullying, ujaran kebencian (hate speech), penyebaran hoaks, serta perilaku komunikasi yang cenderung kasar dan provokatif menjadi isu yang sering ditemui. Hal ini bukan hanya berdampak pada kesehatan mental remaja, tetapi juga mengganggu keharmonisan sosial dan melemahkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks ini, pendidikan karakter menjadi sangat relevan untuk diintegrasikan dengan literasi digital dan Sekolah Agatha Al-Husin sebagai institusi pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kesantunan menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan PKM ini.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya pembentukan sikap kritis dan reflektif pada peserta didik dalam menyikapi dinamika komunikasi di medsos.
Oleh karena itu, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang diwakili Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebagai tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melakukan penerapan nilai nilai kesantunan dalam komunikasi media sosial untuk Generasi Z, di lingkungan Sekolah Agatha Al-Husin, Desa Hamparan Perak, Deliserdang, yang dilaksanakan Ketua Tim Pelaksana, Elvita Yenni SS MHum, beserta Anggota, yakni Dr Siti Hajar SSos MSP dan Anggota Peneliti Tenerman SSos MIkom serta dibantu Pakar Psikologi anak, Dr Widya Masitash MPsi, pada Jumat, 20 Desember 2024 lalu.
Kegiatan ini juga melibatkan pihak Sekolah Agatha Al-Husin, orang tua siswa dan seluruh siswa MDTA dan TK di lingkungan sekolah tersebut.
Ketua Tim PKM, Elvita Yenni SS MHum menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa pentingnya etika dan kesantunan dalam komunikasi digital.
"Seperti cara penyampaian pendapat secara santun, menyanggah argumen tanpa menyakiti orang lain," katanya, saat ditemui Sumut Pos, di Kampus UMSU, Medan, Kamis (1/5).
Kemudian, Tenerman SSos MIKom juga menambahkan, bahwa pentingnya perilaku santun ketika menggunakan medsos, karena setiap orang harus dapat menjaga komunikasi yang sehat di ruang maya atau digital.
"Apalagi banyak unggahan di medsos yang tidak membangun karakter anak-anak sebagai seorang siswa," tambahnya.
Selanjutnya, Dr Siti Hajar SSos MSP juga menegaskan, di sinilah sebagai orang tua mempunyai peran penting dalam membangun perilaku siswa untuk tidak menggunakan medsos dengan perilaku yang tidak santun, baik dalam bentuk komentar negatif, penggunaan bahasa kasar, hingga penyebaran konten yang tidak sesuai dengan norma.
"Kegiatan ini juga dilakukan workshop dan pendampingan dari pakar psikolog anak oleh Dr Widia Masitah MPsi yang mengajak siswa beredukasi dalam cara menyampaikan pendapat secara santun, menyanggah argumen tanpa menyerang pribadi serta cara menanggapi perbedaan secara etis di ruang digital. Peserta (orang tua siswa), juga diberi kesempatan untuk menyampaikan komitmen pribadi dalam menerapkan nilai-nilai kesantunan dalam interaksi daring mereka," jelasnya.
Pelaksanaan PKM ini, sambung Hajar, memberikan dampak positif yang signifikan, baik secara kognitif maupun afektif. siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan ide dan pengalaman mereka, serta berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dalam menerapkan komunikasi yang santun di lingkungan digital mereka.
Ia menuturkan, kegiatan PKM 'Penerapan Nilai-nilai Kesantunan dalam Komunikasi Media Sosial untuk Generasi Z' merupakan bentuk konkret sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menjawab tantangan zaman.
Melalui pendekatan edukatif yang partisipatif, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar menjadi pengguna medsos yang bijak, santun, dan bertanggung jawab.
"Harapannya, kegiatan serupa dapat direplikasi di berbagai wilayah lain sebagai bagian dari gerakan nasional literasi digital yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa," tandasnya. (dwi)
Editor : Johan Panjaitan