Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Kesehatan Berkelanjutan di GBI Rumah Persembahan

Johan Panjaitan • Rabu, 28 Mei 2025 | 10:30 WIB
KESEHATAN BERKELANJUTAN: Edukasi gizi seimbang untuk kesehatan berkelanjutan Institut Kesehatan Helvetia di Pelataran GBI Rumah Persembahan, Medan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
KESEHATAN BERKELANJUTAN: Edukasi gizi seimbang untuk kesehatan berkelanjutan Institut Kesehatan Helvetia di Pelataran GBI Rumah Persembahan, Medan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)


MEDAN, Sumutpos.Jawapos.com-Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat pada Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan kegiatan edukasi gizi seimbang untuk kesehatan berkelanjutan di Pelataran GBI Rumah Persembahan, Medan.

Kegiatan pada 15 Mei ini diketuai Ir Neni Ekowati Januariana MPH dengan anggota Endang Maryanti SSi MSi, Rupina Kanasia Situmorang SKM MKM, Mercy Purwantari Laowo dan Darman Ryus Gulo.

Ir Neni Ekowati Januariana MPH di Medan, Rabu (28/5) mengutarakan bahwa gizi seimbang adalah gizi yang sesuai dengan kebutuhan melalui makanan sehari-hari sehingga tubuh bisa aktif, sehat optimal, tidak terganggu penyakitdan tubuh tetap sehat. Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Prinsip gizi seimbang atau empat pilar gizi seimbang yakni pentingnya pola hidup aktif dan berolah raga (aktifitas fisik bermanfaat untuk menyeimbangkan pengeluaran dan pemasukan energi dalam tubuh).

"Kemudian mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam karena tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi," terang Ir Neni Ekowati Januariana MPH.

Prinsip gizi seimbang ketiga dan keempat adalah menjaga berat badan ideal (berat badan normal adalah berat badan yang sesuai dengan tinggi badan) serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan cara mencuci tangan sebelum makan, menyiapkan makanan/minuman, setelah buang air besar, menutup makanan yang disajikan, selalu menutup mulut dan hidung jika bersin dan batuk, selalu menggunakan alas kaki.

Ir Neni Ekowati Januariana MPH juga memaparkan sepuluh pesan gizi seimbang. Diawali dengan syukuri dan nikmat aneka ragama makanan, banyak makan sayur dan cukup buah-buahan serta konsumsi lauk pauk berprotein tinggi.

Selanjutnya konsumsi aneka ragam makanan pokok, batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak serta biasakan sarapan pagi sebelum aktivitas.

Kemudian minum air putih yang cukup dan bersih, baca label pada kemasan pangan, cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir serta olahraga teratur dan pertahankan berat badan normal.

Ir Neni Ekowati Januariana MPH juga menjelaskan akibat kurang gizi dapat pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu, anak mudah sakit dan kecerdasan anak kurang atau lambat.

Pentingnya gizi seimbang, lanjut Ir Neni Ekowati Januariana MPH, untuk pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan potensi kecerdasan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Edukasi kesehatan Institut Kesehatan Helvetia ini dilaksanakan pada rangkaian acara paskah nasional bagi umat Kristiani se- Indonesia. Kegiatan nasional ini dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di setiap provinsi.

Paskah nasional tahun 2025 dilaksanakan di Kota Medan yang melibatkan delapan aras gereja se-Indonesia. Memberkati masyarakat Sumut dalam rangkaian kegiatan mulai April 2025 (napak tilas jejak missionaris di Sumut) hingga perayaan puncak pada Mei 2025. Kegiatannya berupa seminar, penyuluhan/edukasi, baksos kesehatan, jalan salib, parade paskah, ibadah paskah).

Berkenaan dengan bakti sosial bidang kesehatan dengan sasaran masyarakat umum yang diharapkan hadir, kata Ir Neni Ekowati Januariana MPH, kerja sama antara pihak Yayasan Maha Karuna dan pihak Institut Kesehatan Helvetia untuk melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan.

"Seperti penyuluhan/edukasi, pengobatan umum gula darah, asam urat, kolesterol, pengobatan gigi dan pembagian kaca mata gratis bagi masyarakat Sumut," kata Ir Neni Ekowati Januariana MPH. (dmp/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kesehatan #institut kesehatan helvetia #gizi seimbang #edukasi