Sumutpos.jawapos.com-Dalam rangka memperkuat kapasitas guru Sekolah Dasar (SD) dalam menyusun soal evaluasi pembelajaran yang lebih variatif, inovatif dan berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), tim dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Negeri 101768 Tembung.
Kegiatan dipimpin Nurhudayah Manjani, M.Pd., dengan melibatkan dosen-dosen dari berbagai bidang keahlian, yaitu Muhammad Takwin Machmud, S.Pd., M.Ed., Rini Juliana Sipahutar, M.Kom. dan Muhammad Ikhlas, S.Pd., M.Sc.Ed. Pelatihan digelar 19 Juli 2025 dan monitoring on going sampai Jumat (8/8).
Program ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan nyata di lapangan, terutama terkait keterbatasan guru dalam menyusun soal matematika yang mendorong daya pikir kritis siswa serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses evaluasi.
Para dosen tidak hanya hadir sebagai narasumber, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendampingi guru secara aktif dalam menyusun soal, menggunakan aplikasi berbasis Moodle untuk digitalisasi bank soal, serta membangun kesadaran pedagogis mengenai pentingnya literasi digital dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Nurhudayah menekankan pentingnya mendampingi guru bukan hanya dengan materi, tetapi juga melalui praktik langsung dan dialog sejajar. “Guru bukan tidak mampu, mereka hanya terlalu terbebani oleh rutinitas administratif. Kegiatan ini kami rancang untuk memberikan ruang refleksi dan alat bantu praktis agar proses evaluasi tidak lagi menjadi beban tambahan, tetapi bagian yang menyatu dengan pembelajaran,” tuturnya.
Kegiatan yang melibatkan 10 guru kelas ini memberikan ruang interaktif di mana para guru dapat belajar sekaligus mempraktikkan secara langsung penyusunan soal matematika tingkat tinggi sesuai jenjang kelas masing-masing.
Suasana pelatihan dirancang dialogis, memberi kesempatan bagi peserta untuk merefleksikan tantangan pengajaran dan mencoba pendekatan-pendekatan baru berbasis teknologi pendidikan.
Dalam sesi lanjutan pasca pelatihan, tim pengabdi tetap menjalin komunikasi aktif dengan guru untuk memantau penggunaan platform digital dan memastikan bahwa bank soal yang telah dibangun benar-benar dapat digunakan dalam proses evaluasi sehari-hari.
Kepala SD Negeri 101768 Tembung, Roli, S.Pd., Gr., menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. “Kami merasa sangat terbantu. Banyak guru kami yang selama ini ingin membuat soal yang bagus tapi bingung mulai dari mana. Pelatihan ini membuka wawasan baru, apalagi bisa langsung praktik dan ada pendampingan,” ungkapnya.
Nida Ulfah, salah satu guru peserta, juga mengungkapkan antusiasmenya. “Kami jadi merasa punya pegangan. Biasanya, membuat soal butuh waktu lama dan hasilnya pun belum tentu sesuai. Sekarang, kami punya acuan dan sistem yang bisa menyimpan soal dengan rapi. Yang tadinya proses evaluasi itu jadi beban, sekarang jadi terasa lebih ringan. Guru tidak perlu mulai dari nol setiap kali membuat soal,” sebutnya.
Selain memberikan dampak langsung dalam peningkatan keterampilan guru, kegiatan ini juga membangun semangat kolektif di lingkungan sekolah untuk terus mengembangkan budaya literasi digital. Para guru mulai merancang skema evaluasi kelas yang lebih dinamis dan berpusat pada siswa.
Beberapa guru bahkan secara inisiatif mulai memodifikasi soal-soal lama mereka dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan menantang. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendampingan yang dilakukan oleh tim dosen tidak berhenti pada pelatihan teknis, tetapi juga menyentuh aspek reflektif dan transformasional dalam praktik pengajaran guru.
Dengan terbentuknya bank soal digital yang kini mulai digunakan secara internal oleh guru-guru SDN 101768 Tembung, kegiatan pengabdian ini membuka jalan bagi terbentuknya ekosistem evaluasi yang lebih transparan, terdokumentasi dengan baik, dan mudah diakses kembali.
Tim pengabdi juga telah merancang rencana lanjutan untuk memperluas cakupan program ke sekolah-sekolah mitra lainnya, guna memperkuat diseminasi model serupa sekaligus mengumpulkan data empiris bagi pengembangan sistem evaluasi berbasis teknologi yang lebih komprehensif untuk jenjang pendidikan dasar. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan