Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Institusi Pendidikan Tinggi Islam jadi Laboratorium Peradaban Lahirkan Ide Besar Sekaligus Solusi Konkret

Johan Panjaitan • Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:55 WIB
ICIIS 2025: Kolokium internasional ICIIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sumatera Utara di Hotel Le Polonia Medan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
ICIIS 2025: Kolokium internasional ICIIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sumatera Utara di Hotel Le Polonia Medan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

Sumutpos.jawapos.com-Dua Universitas Islam Negeri (UIN) menyelenggarakan The 8th International Colloquium on Interdisciplinary Islamic Studies (ICIIS) 2025 di Le Polonia Hotel & Convention, Medan pada 18-21 Agustus 2025.

Kolokium internasional dilaksanakan secara hybrid sehingga narasumber dan peserta juga dapat mengikuti kegiatan melalui platform zoom. Terdapat 175 pemakalah dari dalam dan luar negeri.

Kolaborasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama UIN Sumatera Utara membahas integrasi agama, sains dan SDGs. Kolokium internasional mengusung tema besar “Religion, Science and Sustainable Development Goals (SDGs): Discourses and Practical Integrations.

ICIIS 2025 menjadi ajang penting bagi akademisi, peneliti dan mahasiswa untuk bertukar gagasan sekaligus memperkuat jejaring internasional. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah diskusi.

Tetapi juga melahirkan langkah nyata dalam mengintegrasikan agama, sains dan pembangunan berkelanjutan demi terciptanya masyarakat yang lebih adil, toleran dan berkemajuan.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Nurhayati MAg mengapresiasi pelaksanaan forum internasional sebagai komitmen strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam pembangunan bangsa.

“Kolaborasi ini mewakili komitmen nyata untuk mengembangkan penelitian interdisipliner dan menghasilkan inovasi berbasis nilai Islam yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Prof Dr Nurhayati MAg.

Rektor UIN Sumatera Utara mengajak seluruh sivitas akademika untuk menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Sebab kedua ilmu berasal dari Allah SWT sehingga harus diintegrasikan demi melahirkan peradaban yang unggul.

Prof Dr Nurhayati MAg mengajak peserta tidak hanya menulis dan berdiskusi, Tetapi juga menciptakan penemuan dan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi tantangan zaman. “Institusi pendidikan tinggi Islam harus menjadi laboratorium peradaban, tempat lahirnya ide-ide besar sekaligus solusi konkret,” katanya.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar MA PhD menegaskan pentingnya reinterpretasi hubungan agama dan sains di era modern. Umat beragama saat ini, lanjutnya, menghadapi tantangan besar seperti perkembangan kecerdasan buatan, isu kesehatan, ekonomi hingga krisis lingkungan global.

“Kolokium ini diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga solusi konkret bagi masyarakat,” ujar Prof Asep Saepudin Jahar MA PhD.

Rektor UIN Jakarta juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang lebih terbuka, toleran dan responsif terhadap perkembangan zaman. “Kita perlu mengedepankan moderasi, toleransi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Inilah yang akan membuat perguruan tinggi Islam semakin relevan dalam menjawab tantangan global,” katanya.

Prof Dr JM Muslimin MA selaku ketua panitia sekaligus ketua Program Doktor Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta bersyukur atas terselenggaranya kolokium internasional ditengah keterbatasan anggaran.

Dukungan pimpinan UIN dan kerja sama erat antara panitia di Jakarta dan Medan menjadi faktor penting keberhasilan acara.

“Lebih dari 175 presenter telah memaparkan artikel mereka terkait agama, sains dan SDGs. Kami juga menghadirkan pembicara dari berbagai universitas dunia dari Amerika, Inggris, Jerman, Lebanon dan Pakistan,” ujarnya.

Prof Dr JM Muslimin MA menjelaskan bahwa kolokium menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik internasional serta mendorong lahirnya penelitian interdisipliner.. “Insya Allah, kolaborasi ini akan terus berlanjut dan semakin berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” harapnya..

Dalam kesempatan ini juga ditandatangani Memorandum of Agreement (MoA) Pascasarjana dan Pusat Studi Layanan Islami (Puslain) UIN Sumatera Utara dengan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kerja sama mencakup riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa serta penguatan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

MoA menandai langkah maju dalam mempererat kerja sama antar-institusi sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Islam di Indonesia dalam jejaring akademik global. Kerja sama diharapkan tercipta lebih banyak program kolaboratif. Baik seminar, penelitian terapan dan inovasi yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#ICIIS 2025 #UIN Sumatera Utara #hybrid #gagasan