MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Universitas Prima Indonesia (Unpri) resmi menggelar program sosialisasi pelayanan prima (service excellent) bagi seluruh staf frontliner. Kegiatan ini merupakan inisiatif Rektor Unpri Prof Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes yang menilai pelayanan prima adalah salah satu faktor penentu citra dan daya saing kampus.
Sosialisasi sekaligus pelatihan melibatkan seluruh staf keamanan (security), customer service (CDC), administrasi keuangan, Biro Administrasi Akademik (BAA), branding hingga cleaning service. Program coaching ini dibawakan Datok Yan Djuna dari Marketing Communications Unpri.
Rektor Prof Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya sekadar prosedur. Tetapi bagian dari implementasi dan selaras dengan nilai Unpri yaitu Unity, Network, Prime, Responsibility dan Integrity.
Konsep 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun), menurut rektor, menjadi kunci keberhasilan dan interaksi dengan mahasiswa, dosen, tamu maupun mitra kerja. “Frontliner adalah wajah universitas, kualitas pelayanan mereka mencerminkan kualitas universitas,” ujarnya.
Unpri saat ini menyandang akreditasi unggul dan berorientasi internasional dengan 54 program studi mencakup jenjang sarjana, profesi, magister, spesialis dan doktoral. Delapan fakultas yang dimiliki meliputi fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi dan ilmu kesehatan, fakultas ekonomi, fakultas hukum, fakultas psikologi, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, fakultas sains dan teknologi, serta fakultas agroteknologi.
Unpri juga mencatatkan diri sebagai PTS di Indonesia yang memiliki rumah sakit pendidikan utama milik sendiri. Setidaknya ada enam rumah sakit yang dimiliki Unpri tersebar tak hanya di Pulau Sumatera saja tetapi juga di Pulau Jawa.
Unpri juga perguruan tinggi swasta yang memiliki Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Terbanyak juga di Indonesia. Setidaknya ada tujuh PPDS, antara lain yaitu dokter spesialis layanan keluarga primer, radiologi ilmu kesehatan mata, jantung dan pembuluh darah, obgyn, anestesi dan internist (penyakit dalam) dan segera menyusul yang lainnya.
"Ini suatu pencapaian dan juga prestasi dalam mendukung program pemerintah Indonesia dalam upaya memperbanyak jumlah dokter spesialis," kata rektor.
Datok Yan Djuna menjelaskan bahwa program pelayanan prima diharapkan menjadi budaya kerja positif di Unpri. Dengan pelayanan yang ramah dan profesional, lanjutnya, kampus ingin menciptakan kenyamanan, memberikan kesan baik dan memastikan kepuasan bagi mahasiswa, dosen dan seluruh stakeholder.
“Fasilitas modern sudah kita miliki. Kini waktunya kita pastikan kualitas interaksi dan pelayanan yang sepadan. Bila ini menjadi budaya di Unpri, tentu saja akan menjadi selling point bagi kampus dan ini bermakna baik dan positif bagi Unpri” kata Datok Yan Djuna.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi yang diadakan di Ruang Kelas Magister Gedung Utama Unpri Jalan Sampul Medan ini juga menjadi bentuk pelaksanaan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan PermenPANRB Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan.
Seluruh sivitas akademika Unpri diharapkan mampu memenuhi standar layanan publik yang berkualitas sesuai amanat dan penerapan regulasi tersebut.
"Sosialisasi program pelayanan prima selama empat hari. Seminggu sekali, masing masing hari 2 sesi. Yang terakhir Kamis, 28 Agustus 2025 lalu. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode simulasi dan roleplay. Peserta dibagi dalam beberapa sesi. Masing-masing diharuskan mempraktikkan skenario pelayanan untuk situasi nyata," sebutnya.
Datok Yan Djuna juga mengajak peserta untuk dapat mengikuti semua platform media sosial Unpri untuk memperoleh informasi ter-update atau kunjungi www.unprimdn.ac.id. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan