Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jumlah Guru Besar Melonjak Dua Kali Lipat dalam Lima Tahun, USU Catat Pencapaian Strategis

Johan Panjaitan • Selasa, 9 September 2025 | 09:40 WIB
DIKUKUHKAN: Rektor USU Prof Muryanto Amin, saat mengukuhkan enam dosen menjadi guru besar pada Sidang Terbuka Senat Akademik di Gelanggang Mahasiswa, Senin (8/9). (Dokumen Humas USU)
DIKUKUHKAN: Rektor USU Prof Muryanto Amin, saat mengukuhkan enam dosen menjadi guru besar pada Sidang Terbuka Senat Akademik di Gelanggang Mahasiswa, Senin (8/9). (Dokumen Humas USU)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat capaian penting dalam sejarah akademiknya. Jumlah guru besar aktif kini mencapai 208 orang, setelah enam dosen resmi dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gelanggang Mahasiswa, Senin (8/9) lalu.

Rektor USU, Prof Muryanto Amin menyebutkan, peningkatan jumlah guru besar sebagai bukti kesungguhan kampus dalam memperkuat kapasitas akademik.

“Lima tahun terakhir jumlah guru besar kita meningkat signifikan, dari 103 orang pada 2021 menjadi 208 orang pada 2025 ini. Pencapaian ini menegaskan komitmen USU dalam memperkuat Tridarma, khususnya pada bidang riset dan inovasi,” ungkap Muryanto, saat menyampaikan sambutan.

Enam dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar, yakni Prof Aulia Ishak (Fakultas Teknik), Prof Riswanti Sigalingging (Fakultas Pertanian), Prof Sutarman (Fakultas Matematika dan IPA). Kemudian Prof Mariani br Sembiring (Fakultas Pertanian), Prof Sumaiyah (Fakultas Farmasi), dan Prof Luhut Sihombing (Fakultas Pertanian).

Muryanto menegaskan, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum meneguhkan peran seorang guru besar.

“Guru besar bukan hanya simbol pencapaian akademik tertinggi, tapi juga penggerak utama yang memastikan USU semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Dia pun menekankan pentingnya peran guru besar dalam mendampingi dosen lain agar lebih fokus menekuni riset. Dari 1.797 dosen di USU, sebanyak 59 persen pernah menjadi ketua penelitian, sementara sisanya belum pernah memimpin riset.

“Guru besar sangat diperlukan perannya melakukan pendampingan agar mendorong lebih banyak dosen menekuni fokus risetnya sebagai leader,” jelas Muryanto.

Menurut Muryanto, topik riset yang paling banyak diminati dosen dan mahasiswa USU adalah environmental science, disusul bidang farmasi, ilmu sosial, serta pertanian, dan biologi. Namun dia juga mengingatkan, riset tidak boleh berhenti pada publikasi semata.

“Riset akan memiliki dampak pertumbuhan ekonomi jika dilakukan secara konsisten dan dibutuhkan oleh masyarakat atau industri,” tuturnya.

Muryanto juga menyinggung tantangan dalam meningkatkan kualitas publikasi dosen USU. Saat ini, lebih dari separuh dosen sudah aktif menulis di jurnal terindeks Scopus, tapi masih ada yang belum menjadi penulis utama.

“Kita harus bekerja keras agar mendorong dosen yang belum menjadi penulis utama dan yang belum memiliki akun Scopus, untuk segera memperbaiki kinerja risetnya melalui kolaborasi,” tegasnya.

Muryanto menutup sambutannya dengan menegaskan target besar USU ke depan.

“Guru besar adalah penggerak utama yang memastikan USU menjadi pusat inovasi, pembelajaran, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia. Kita akan terus menambah jumlah guru besar dan memperkuat infrastruktur pembelajaran, agar USU senantiasa relevan, unggul, bermanfaat bagi masyarakat, serta setara dengan perguruan tinggi di peringkat 500 besar QS WUR dan THE WUR,” pungkas Muryanto. (rel/saz)

Editor : Johan Panjaitan
#usu #inovasi #riset #akademik