Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dosen STIKes Mitra Husada Medan Kembali Meraih Hibah Penelitian Analisis Implementasi Pengembangan HBM

Johan Panjaitan • Kamis, 11 September 2025 | 14:15 WIB
KESEHATAN MENTAL: Penelitian STIKes Mitra Husada Medan analisis implementasi pengembangan HBM terhadap peningkatan aksesibilitas kesehatan mental remaja. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
KESEHATAN MENTAL: Penelitian STIKes Mitra Husada Medan analisis implementasi pengembangan HBM terhadap peningkatan aksesibilitas kesehatan mental remaja. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

Sumutpos.jawapos.com-Excellent, penelitian implementasi yang mendalam telah dilakukan di Desa Bangun Rejo untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Health Belief Model (HBM) dalam meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan mental bagi populasi remaja. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-Desember 2025.

Studi diinisiasi oleh tim peneliti diketuai Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM bersama Basaria Manurung STrKeb MBiomed, Perkasa Ginting SKom (dosen dan tenaga kependidikan). Dibantu Grace Laura Fidela Pane dan Juwita Febriani Pakpahan (mahasiswi).

Hibah penelitian dosen pemula didanai Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Penelitian Analisis Implementasi Pengembangan Health Belief Model Terhadap Peningkatan Aksesibilitas Kesehatan Mental Remaja Desa Bangun Rejo fokus pada analisis intervensi berbasis HBM. Ini dirancang untuk mengatasi hambatan psikologis/kesehatan mental terhadap peningkatan aksesibilitas kesehatan mental remaja.

Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (11/9) mengatakan bahwa permasalahan kesehatan mental pada remaja, terutama dipedesaan sering kali terhambat oleh faktor sosio-kultural dan kurangnya informasi.

 

"HBM sebuah kerangka psikologi sosial, dipilih sebagai landasan teori karena kemampuannya dalam mengidentifikasi dan memodifikasi persepsi kunci yang mempengaruhi keputusan individu untuk mengambil tindakan kesehatan," katanya.

Intervensi yang dikembangkan secara spesifik menargetkan empat konstruk utama HBM. Yakni perceived susceptibility (kerentanan yang dirasakan), perceived severity (keparahan yang dirasakan), perceived benefits (manfaat yang dirasakan) dan perceived barriers (hambatan yang dirasakan).

Melalui serangkaian lokakarya interaktif, sesi konseling kelompok dan penyebaran materi edukasi yang dikemas secara kreatif, kata Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM, tim peneliti berhasil mengamati perubahan signifikan pada populasi sasaran. Data kuantitatif menunjukkan peningkatan dalam jumlah remaja yang berpartisipasi dalam sesi konsultasi awal dan penurunan dalam skor yang mengukur hambatan stigma.

"Secara kualitatif, narasi dari partisipan studi menyoroti pergeseran pandangan. Dari menganggap masalah mental sebagai 'aib' menjadi tantangan yang bisa diatasi," kata dosen STIKes Mitra Husada Medan.

Analisis terhadap data yang dikumpulkan, kata Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM, mengindikasikan bahwa implementasi HBM dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendorong perilaku proaktif di kalangan remaja pedesaan. "Namun, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dan terintegrasi," ujarnya. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#HBM #Kesehatan Mental #stikes #penelitian