Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dosen STIKes Mitra Husada Medan Kembali Meraih Hibah PKM Self Help Approach Metode Education Health Belief Berbasis Telemedis

Johan Panjaitan • Jumat, 12 September 2025 | 12:45 WIB
MITRA HUSADA: PKM self help approach metode education health belief berbasis telemedis oleh dosen STIKes Mitra Husada Medan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
MITRA HUSADA: PKM self help approach metode education health belief berbasis telemedis oleh dosen STIKes Mitra Husada Medan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

Sumutpos.jawapos.com-Kasus kesehatan mental remaja merupakan isu yang semakin krusial di tengah perkembangan zaman dan tekanan sosial yang semakin kompleks. Keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental menjadi tantangan tersendiri.

Hal ini mengingat minimnya fasilitas kesehatan jiwa dan kurangnya tenaga profesional di bidang tersebut. Ditengah tantangan tersebut, prestasi membanggakan dan excellent diraih dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM. Ia berhasil meraih hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan ini didanai Direktorat Riset, Teknologi dan PKM Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi pada Kementerian Diktisaintek. Program ini untuk menjawab permasalahan tersebut.

Tim hibah penelitian dosen pemula tahun 2025 ini melaksanakan program berbasis pendekatan self help approach melalui metode education health belief yang dikembangkan dan diterapkan berbasis telemedis.

Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM melaksanakan PKM bersama tim dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswi yakni Ingka Kristina Pangaribuan SKeb Bd MKes PhD, Basaria Manurung STrKeb MBiomed, Oktaviani Zebua dan Irma Suryani.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kemampuan remaja dalam mengelola kesehatan mental mereka secara mandiri. "Dengan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan untuk memperluas akses informasi dan layanan," kata Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (12/9).

Dijelaskannya, pendekatan Health Belief Model (HBM) digunakan untuk mengidentifikasi keyakinan dan persepsi remaja terhadap kesehatan mental yang kemudian menjadi dasar dalam merancang aplikasi telemedis yaitu aplikasi Me-Bawell (https://mebawell.com/) dan intervensi berbasis self help approach metode education health belief.

Program diawali survei awal dan analisis kebutuhan berupa pemetaan kondisi psikososial remaja di Desa Bangun Rejo. Dilaksanakan survei dan wawancara mendalam untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan hambatan dalam mengakses layanan kesehatan mental.

Tahap berikut adalah pelatihan dan edukasi remaja. Pada tahap ini diberikan pelatihan terkait manajemen stres, kecemasan dan emosi berbasis HBM yang disampaikan dalam format interaktif.

Tahap ketiga adalah implementasi TeleMedis dan self help tools. Tim menyediakan akses TeleMedis serta membagikan self help berupa panduan refleksi diri dan latihan mindfulness.

"Tahap keempat evaluasi dan monitoring. Diakhir program, dilakukan evaluasi efektivitas kegiatan melalui kuesioner dan diskusi kelompok terfokus (FGD) bersama peserta," kata Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM.

Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan mental mereka secara mandiri. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi remaja Desa Bangun Rejo. Tetapi juga menjadi model pendekatan edukatif yang dapat direplikasi di desa lain dengan keterbatasan serupa.

Kedepannya, lanjut Isyos Sari Sembiring STrKeb Bd MKM, kolaborasi dengan pihak Puskesmas, sekolah, dan komunitas lokal akan terus dikembangkan untuk keberlanjutan program. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#Kesehatan Mental #stikes #tenaga profesional