Sumutpos.jawapos.com-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menempati posisi juara umum ketiga pada The Second International Quran Recitation Award 2025. Sedangkan juara umum pertama adalah Unsyiah dan juara umum kedua adalah UIN Ar Raniry.
Kegiatan internasional ini diikuti 150 peserta dari tujuh negara pada 15-17 September di Universitas Syiah Kuala Aceh. Peserta berasal dari 40 perguruan tinggi dari Indonesia dan kampus luar negeri yakni Brunei Darussalam, Mesir, Malaysia, Libya, Nigeria dan Arab Saudi.
Tim UMSU mengumpulkan empat medali. Yakni Mubarik Ritonga (PAI) juara 1 tilawah qira'at putra, Mursid Afandi (PAI) juara 1 tahfiz 10 juz putra, Durratul Hikma (PAI) juara 2 tahfiz 20 juz putri dan Daud Sitorus (PAI) juara 3 tilawah putra.
Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas raihan prestasi mahasiswa. Kata rektor, kesuksesan para mahasiswa di tingkat internasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi universitas.
Kesuksesan tim UMSU, menurut Prof Dr Agussani MAP, menjadi bukti komitmen kampus dalam pembinaan di bidang kemahasiswaan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis. UMSU juga memberi ruang dan kesempatan luas kepada para mahasiswa untuk mengembangkan bakat di bidang kreativitas.
Dukungan universitas kepada setiap mahasiswa untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki tak sebatas memberi kesempatan untuk berkompetisi, tapi juga menyediakan sarana dan prasarana untuk berlatih.
"Ada wadah yang disediakan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi dirinya guna meraih prestasi di luar bidang akademik," kata rektor.
Prof Dr Agussani MAP berharap raihan prestasi tim UMSU di ajang internasional bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. "Tim ini juga diharapkan tidak cepat berpuas diri karena mempertahankan prestasi jauh lebih sulit ketimbang meraihnya," sebut rektor.
Ketua LPTQ UMSU Dr Muhammad Ruslan berterima kasih atas dukungan penuh universitas dalam mengikuti perlombaan. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa untuk bisa memberikan hasil terbaik.
Dr Muhammad Ruslan berharap para mahasiswa pemenang lomba untuk tidak terlena dengan prestasi yang diraih. Sebaliknya menjadi pemicu semangat untuk bisa meraih prestasi lebih tinggi di masa depan. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan