Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

UMN Al-Washliyah Terima 3.419 Mahasiswa Baru

Johan Panjaitan • Jumat, 26 September 2025 | 08:30 WIB
LEPAS BALON: Ketua umum PB Al-Washliyah bersama rektor membuka PKKMB ditandai dengan pelepasan balon. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)
LEPAS BALON: Ketua umum PB Al-Washliyah bersama rektor membuka PKKMB ditandai dengan pelepasan balon. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)


Sumutpos.jawapos.com-Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah menerima 3.419 mahasiswa baru. Mereka terdiri 1.105 mahasiswa reguler, transfer dan RPL, 160 mahasiswa afirmasi, 80 mahasiswa program studi pendidikan apoteker serta 2.074 mahasiswa PPG guru tertentu tahap dua.

Selanjutnya dari 3.419 mahasiswa baru, 649 mahasiswa mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) secara langsung. Selebihnya, mengikuti PKKMB melalui daring. PKKMB ini dibuka Rektor UMN Al-Washliyah Dr H Firmansyah MSi, Kamis (25/9).

PKKMB dihadiri Ketua Umum PB Washliyah Dr H Masyhuril Khamis MM dan Ketua BPH UMN Al-Washliyah Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti MAP yang memberi pembekalan kepada mahasiswa baru.

Turut hadir ketua senat Dr H Ridwanto MSi, guru besar, wakil rektor I Prof Dr H Anwar Sadat Harahap MHum, wakil rektor II Dr Dedy Juliandri Panjaitan MSi dan wakil rektor III Dr Samsul Bahri MSi, dekan, direktur pascasarjana, kepala lembaga serta ketua program studi di lingkungan UMN Al Washliyah.

Rektor UMN Al-Washliyah Dr H Firmansyah MSi dalam kesempatan ini memperkenalkan para pimpinan universitas, fakultas dan program studi. Ia juga mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru yang memulai sebuah perjalanan dan pengalaman baru. Yaitu sebuah perjalanan dan pengalaman intelektual di kampus.

"Tujuan dari perjalanan tersebut, tentunya bukan sebatas didapatkannya Ijazah dan gelar akademik kesarjanaan. Tetapi yang paling penting adalah dicapainya kompetensi kesarjanaan yang mumpuni dibidang masing masing," pesan rektor.

Hal ini mencakup kompetensi profesional yaitu pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang ilmu serta kompetensi sosial yang mencakup sikap, karakter dan kepribadian yang baik.

Menjadi mahasiswa dan mengenyam pendidikan tinggi, lanjut rektor, adalah salah satu fase penting untuk mencapai cita-cita. "Pada fase ini saudara memiliki kesempatan untuk membangun dan membentuk fondasi sebagai pijakan bagi perjalanan karier di kemudian hari," harapnya.

Untuk itu mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan, agen penggerak dan agen pelopor untuk menghasilkan berbagai solusi atas permasalahan yang dihadapi bangsa. Kunci solusi atas permasalahan tersebut adalah pendidikan yang berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Bila SDM memiliki daya saing yang tinggi dan mampu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) sendiri maka Indonesia akan menjadi negara yang maju. Semoga kalian siap menghadapi tantangan kedepan sebagai mahasiswa yang cerdas, kritis dan berkarakter.

Wakil Rektor III UMN Al-Washliyah Dr Samsul Bahri MSi melaporkan bahwa PKKMB yang berlangsung selama tiga hari ini mengambil tema: Wujudkan Cita-cita dan Berkonstitusi Mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Materi PKKMB, lanjut wakil rektor, meliputi kehidupan berbangsa, bernegara, jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara. Selanjutnya disampaikan materi tentang sistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Materi PKKMB lainnya adalah tentang perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter mahasiswa serta muatan lokal perguruan tinggi.

"Melalui PKKMB, mahasiswa diberikan bekal agar mampu berproses dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi," kata Dr Samsul Bahri MSi.

Mahasiswa UMN Al-Washliyah, menurut wakil rektor, kelak menjadi lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, berdaya saing global dan memiliki nilai-nilai Keislaman dan Kealwashliyah. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#UMN #pkkmb #mahasiswa baru #Al-Washliyah