Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kampus Populer Kota Medan Unpri Ukir Sejarah Baru: Wisuda Periode IX dengan Inovasi Pengembangan Laboratorium Stem Cell

Johan Panjaitan • Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:00 WIB
UNPRI: Wisuda lulusan di Hall Utama Unpri Jalan Sampul Medan Petisah. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
UNPRI: Wisuda lulusan di Hall Utama Unpri Jalan Sampul Medan Petisah. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

Sumutpos.jawapos.com-Universitas Prima Indonesia (Unpri) mewisuda 2.829 lulusan diploma III, sarjana terapan, sarjana, profesi, magister dan doktor. Unpri mencatat sejarah melalui wisuda periode IX tahun 2025 di Hall Utama Unpri Jalan Sampul Medan Petisah pada 1-2 Oktober.

Dalam momentum bersejarah ini, Unpri menghadirkan dua ilmuwan yang diberikan gelar profesor oleh Rektor Unpri Prof Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes. Penganugerahan tersebut dilakukan atas kontribusi besar kedua tokoh dalam inovasi dan pengembangan laboratorium stem cell.

Kedua ilmuwan ini sangat fokus pada riset medis. Khususnya terkait pengembangan terapi berbasis stem cell. Dr Muh Busra Fauzi merupakan head of Department at Department of Tissue Engineering and Regenerative Medicine, Faculty of Medicine Universiti Kebangsaan Malaysia. Sedangkan Dr Daniel Looi Qi Hao merupakan chief scientist officer of Cytohealth Malaysia.

Momen tersebut disaksikan oleh Wakil Gubsu H Surya BSc, Founder Unpri Prof Dr dr. I Nyoman Ehrich Lister, MKes AIFM SpKKLP, Penasehat Kampus Prof Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad(K), Kepala LLDikti Wilayah Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD serta para tokoh dan undangan lainnya.

Diumumkan pula bahwa Unpri ditetapkan sebagai sentra riset dan penelitian pengembangan stem cell di Indonesia yang lebih lahir dari kerja sama antar-negara. Sebelumnya Unpri telah menjadi pusat pengembangan kesehatan di Sumut.

Hal ini bukan kebetulan, mengingat Unpri selama ini telah menjadi pusat pendidikan tinggi sekaligus pusat kajian penyakit degeneratif. Unpri memiliki laboratorium penelitian yang terintegrasi baik di kampus maupun di rumah sakit pendidikan utama milik sendiri.

Marketing Communications Unpri Datok Yan Djuna kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (710) menjelaskan bahwa Unpri memiliki rumah sakit dengan jumlah terbanyak di Indonesia. Tepatnya enam rumah sakit pendidikan milik sendiri.

Yakni RSU Royal Prima Ayahanda Medan, RSU Royal Prima Marelan Medan, RSU Royal Prima Jambi, RS Mata Prima Vision, RS Gigi dan Mulut Prima serta RS Unpri di Kota Tebingtinggi. Dalam waktu dekat, Unpri juga segera membuka rumah sakit pendidikan di Pekanbaru, Cikarang dan Bekasi.

Kehadiran rumah sakit ini, lanjutnya, menjadi bukti keseriusan Unpri dalam bidang kesehatan dan kedokteran. Sekaligus motivasi kuat bagi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan budaya penelitian.

Diketahui bahwa Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Ilmu Kesehatan (FKKGIK) Unpri kini menjadi pilot project penelitian sebagai wujud implementasi tridharma perguruan tinggi. FKKGIK sebagai salah satu dari delapan fakultas di Unpri terus berbenah menuju akreditasi internasional, setelah sebelumnya memperoleh predikat unggul.

Melalui wisuda ini ditegaskan posisi Unpri sebagai pusat pengembangan pendidikan kedokteran dan kesehatan yang diakui LLDikti Wilayah I dengan dukungan dari rumah sakit pendidikan utama yang dimilikinya.

Stem cell atau sel punca merupakan sel yang belum terdiferensiasi dan memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Pengembangan riset stem cell di institusi pendidikan seperti Unpri sangat krusial. Tidak hanya dalam penelitian teoretis, tetapi juga untuk penerapan klinis melalui kolaborasi dengan rumah sakit pendidikan. Sementara banyak universitas di Indonesia riset terapi sel punca masih terbatas

Unpri berupaya menjadikannya pijakan utama dalam menjawab tantangan penyakit degeneratif, kerusakan organ, hingga masalah kesehatan masa depan.

Selain penelitian stem cell, Unpri juga membuka ruang riset lain yang dilakukan para dokter peserta program doktor ilmu kedokteran.

Sebagian besar berasal dari RSPAD Gatot Subroto. Tempat Prof Dr dr Terawan berpraktik dan meneliti. Mereka menyoroti isu-isu strategis kesehatan seperti terapi diabetes dan kerusakan ginjal yang kerap berujung pada gagal ginjal.

Penelitian ini tidak hanya berdampak akademis. Tetapi juga membawa kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

RSU Royal Prima merupakan salah satu rumah sakit utama Unpri. Rumah sakit ini berfungsi ganda sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat dan pusat pendidikan kedokteran.

Saat ini RSU Royal Prima menjadi rumah pendidikan bagi mahasiswa sarjana kedokteran, enam program magister medis dan tujuh program dokter spesialis. Jumlah terbanyak di Indonesia.

Rumah sakit ini telah tiga kali meraih akreditasi paripurna KARS dan terus mengembangkan layanan unggulan seperti Pusat Pelayanan Jantung dan Stroke serta Pusat Trauma.

Fakta dan prestasi ni menegaskan bahwa layanan klinis dan pendidikan kedokteran di Unpri berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu kesehatan. "Penasaran dengan Unpri? Kunjungi website www.unprimdn.ac.id untuk informasi lebih lanjut," jelas Datok Yan Djuna, marketing communications Unpri. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#unpri #Mewisuda #inovasi #laboratorium stem cell #ilmuwan