Sumutpos.jawapos.com-Dua dosen Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr Syafruddin Ritonga MAP dan Dr Wenggedes Frensh MH menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi kepada kepala lingkungan dan masyarakat Kecamatan Medanmarelan.
Edukasi berlangsung di aula kantor camat Medanmarelan, Kamis (9/10). Camat Medanmarelan Dr Zulkifli S Pulungan SSTP MAP meminta aparatur kecamatan, kelurahan dan lingkungan bisa ikut mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat dan menaati aturan dalam pemanfaatan teknologi terutama penggunaan telepon genggamn.
"Saya sangat mengapresiasi PKM yang dilakukan Prof Dr Syafruddin Ritonga MAP dan Dr Wenggedes Frensh MH. Kegiatan ini sangat bermanfaat," sebutnya.
Mantan sekretaris Kecamatan Medanamplas, diabetes melitus merupakan salah satu induk dari segala macam penyakit. Bisa membuat komplikasi penyakit lainnya," kata camat.
Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan kesehatan pada saat PKM UMA tersebut, terdapat beberapa warga Marelan yang gula darahnya tidak normal hingga termasuk pra-diabetes. Pengetahuan yang didapat dari PKM dapat dibagikan juga kepada masyarakat luas.
"Mudah-mudahan kita diberikan kesehatan oleh Allah. Kita pun senantiasa diberkahi Allah," pesan Dr Zulkifli S Pulungan SSTP MAP.
Sementara itu Prof Dr Syafruddin Ritonga MAP yang juga ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Medan Prof Dr Syafruddin Ritonga MAP menjabarkan pola hidup sehat. Ia selama lebih 40 tahun menjadi penderita penyakit diabetes melitus.
Melalui Persadia Medan yang merupakan warga berkumpulnya para penderita penyakit diabetes melitus, dokter dan tokoh peduli kesehatan, lanjut Prof Dr Syafruddin Ritonga MAP, senantiasa mengingatkan masyarakat dengan pola hidup sehat.
"Masyarakat banyak tidak tahu apabila ia terkena diabetes melitus. Setelah ada komplikasi, ia baru sadar kena diabetes. Kita berupaya 'jemput bola' agar dapat hidup sehat," katanya.
Meskipun terkena diabetes melitus, ia berharap tidak mengurangi semangat dalam beraktivitas dan meraih prestasi. Ia menyebut, dirinya tetap mampu melaksanakan tridharma perguruan tinggi sebagai dosen.
Prof Dr Syafruddin Ritonga MAP mengimbau masyarakat agar membuat kebiasaan hidup sehat dan mengubah gaya hidup. Bagi yang sudah ada diabetes, kata dosen UMA, minum obat dan periksa gula darah secara teratur. Olahraga yang baik, benar, terukur, teratur dan progresif.
"Terima kasih atas dukungan camat sehingga kami dapat mengedukasi masyarakat Marelan. Terima kasih atas semua dukungan dari media massa," ujar dosen UMA tersebut.
Dr Wenggedes Frensh MH yang juga kepala Pusat Kajian Magister Hukum UMA menjelaskan tentang penanggulangan kejahatan pencemaran nama baik menggunakan Artificial Inteligence (AI).
Penanggulangan Cybercrime dalam bentuk pencemaran nama baik yang menggunakan AI dapat dilakukan dengan menggunakan etika siber. "Penanggulangan dengan etika siber atau cyberethics dilakukan terhadap pencemaran nama baik meskipun dilakukan dengan menggunakan AI," katanya.
Mengubah gambar, teks dan video dengan tujuan mencemarkan nama baik orang lain di internet, tegas Dr Wenggedes Frensh MH, dapat diminta pertanggungjawaban pidana. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan