Sumutpos.jawapos.com-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan menggelar kuliah pakar The Role of Higher Education in Advancing Sustainable Health Development dengan tema: Peran Pendidikan Tinggi dalam Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Bidang Kesehatan.
Narasumber kuliah pakar adalah Direktur Kelembagaan Kementerian Diktisaintek Prof Dr Mukhamad Najib. Kuliah pakar di aula STIKes Mitra Husada Medan digelar Jumat (7/11).
Kuliah pakar dengan tema SDGs bidang kesehatan bukan sekadar kegiatan akademik. Tetapi investasi strategis untuk membangun reputasi, kapasitas intelektual.dan kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat dan dunia.
Penguatan peran dan relevansi terhadap isu global menjadikan perguruan tinggi selaras dengan agenda pembangunan global yang diakui PBB. STIKes Mitra Husada Medan menunjukkan bahwa kegiatan akademiknya tidak hanya teoritis, tetapi berkontribusi langsung pada pembangunan berkelanjutan dan kesehatan masyarakat.
Peningkatan citra dan reputasi institusi dengan menghadirkan narasumber nasional seperti direktur kelembagaan, perguruan tinggi memperoleh pengakuan dan legitimasi akademik. Kegiatan ini memperkuat branding kampus sebagai institusi yang aktif dalam pembangunan berkelanjutan dan inovasi di bidang Kesehatan serta pengayaan wawasan mahasiswa dan dosen.
Kuliah pakar memberikan insight baru tentang hubungan antara pendidikan, kesehatan dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa dan dosen memperoleh pemahaman kontekstual dan aplikatif terkait implementasi SDGs di dunia pendidikan dan kesehatan.
Direktur kelembagaan menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara middle-income memerlukan tenaga kerja terampil. Perlu mengutamakan inovasi dan penelitian untuk mengejar dan menanggulangi ketertinggalan dari negara maju. Kemudian memperluas jejaring dan kolaborasi.
Disebutkan bahwa kegiatan ini membuka peluang kerja sama antara kampus, pemerintah, lembaga riset dan dunia industri. Kolaborasi tersebut bisa berupa riset bersama, program pengabdian masyarakat atau dukungan hibah dan kebijakan.
Kuliah pakar juga mendukung pendidikan (transfer ilmu), penelitian (diskusi akademik), dan pengabdian masyarakat (implementasi SDGs). Ini menjadi bukti nyata kontribusi kampus terhadap pencapaian SDGs 3 (kehidupan sehat dan sejahtera) serta SDGs 4 (pendidikan berkualitas).
Editor : Johan Panjaitan