Sumutpos.jawapos.com-Sebanyak 21 perguruan tinggi dari Indonesia mengikuti program yang digelar International Association of Economic and Bussiness (IAEB) di Universitas Utara Malaysia (UUM) dan Universitas Fatony Thailand beberapa waktu lalu. Demikian siaran pers yang diterima Sumut Pos di Medan, Ahad (23/11).
Perguruan tinggi yang mengikuti program IAEB tersebut adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Audi Indonesia, Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah, STAI Darussalam Kunir dan STIE Miftahul Huda Subang.
Kemudian UIN Alauddin Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, STIES Saleh Budiman Jawa Barat, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Batanghari Jambi, UIN Syahada Padangsidempuan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Ambon, PSDKU Universitas Patimura Kepulauan Aru, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangkabelitung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Muhammadiyah Jakarta (Uhamka), Universitas Pembangunan Masyarakat Indonesia Medan dan Universitas Siliwangi Jawa Barat.
Program yang diselenggarakan IAEB dalam rangkaian FIJVECOM 2025 meliputi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), pelaksanaan guest gecturer, guest student, perlombaan mini riset, pengabdian kepada masyarakat dan benchmarking pengelolaan universitas.
Kegiatan ini diproyeksikan menjadi dasar pengembangan kerja sama berkelanjutan antara (IAEB), perguruan tinggi Indonesia dengan institusi pendidikan di Asia Tenggara.
Terutama dalam penguatan tridharma perguruan tinggi yang melibatkan dosen dan mahasiswa serta peningkatan kualitas pengelolaan akademik. MoU dengan 21 perguruan tinggi Indonesia sebagai komitmen awal untuk memperluas kerja sama. perguruan tinggi.
Malaysia---
Di UUM, peserta disambut Prof Madya Shuhyamee Ahmad (dekan pusat pengkajian pengurusan perniagaan). Ia pun memberi penghargaan kepada IAEB dan UUM dalam kegiatan Kerja sama strategik melalui surat hasrat (LoI) dan memorandum kesepahaman (MoU) sehingga terjadi kegiatan yang berguna bagi perguruan tinggi yang hadir.
Ketua INASIS Proton UUM Dr Mohd Abidzar Zainol Abidin mengatakan bahwa kegiatan ini penuh dengan kebersamaan di bidang akademik sehingga memberikan kemanfaatan yang sangat berguna bagi perguruan tinggi yang hadir. Progran ilmiah yang terlaksana adalah kerja sama akademik dijalankan oleh pensyarah kanan SBM dalam sesi penilaian proposal yaitu Dr Azhari Ramli dan Dr Naziruddin Haron serta kegiatan workshop kurikulum oleh Dr Marziah Zahar dan dr Rawiyah Abd Hamid.
Perwakilan IAEB Dr Hj Fathiyah MSi berterima kasih kepada dekan telah menerima dengan baik dan diberikan fasilitas dalam berkegiatan di UUM. "Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik," katanya.
Thailand---
Di University Fatony Thailand, peserta disambut Asst Prof Dr Ahmad Omar Chapakia (senior vice rector dan Dr Narong Hassanee MSi (wakil rektor II). Senior vice rector mengucapkan selamat datang di University Fatoni. Ia pun menjelaskan perkembangan universitas yang berasal dari wakaf sehingga menjadi kampus besar yang memiliki tiga kampus.
"Semoga kegiatan ini menjadi suatu pengembangan dan memberikan banyak manfaat bagi seluruh perguruan tinggi yang hadir," ujar Asst Prof Dr Ahmad Omar Chapakia.
Perwakilan IAEB Hendra Harmain berterima kasih atas sambutan yang luar biasa di University Fatoni. "Semoga ini adalah awal dari kegiatan yang akan terus dilakukan untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang berharga bagi kegiatan tridharma perguruan tinggi," katanya.
Dalam kesempatan ini, dilaksanakan penandatanganan MoU, guest lecturer dan guest student. Pada guest lecturer, dosen Indonesia dan Thailand mengisi pengajaran di kelas lokal secara terintegrasi. Para dosen berkolaborasi dengan pengajar dari masing-masing negara untuk memberikan materi kepada mahasiswa lintas kampus.
Program guest student turut melibatkan mahasiswa Indonesia dan Thailand dalam proses pembelajaran bersama. Mahasiswa mengikuti perkuliahan, diskusi kelompok dan aktivitas akademik untuk memperkuat pemahaman lintas budaya serta pengalaman belajar internasional.
Selain itu, IAEB dan delegasi Indonesia melaksanakan benchmarking bersama pimpinan Universitas Fatoni. Dr Narong Hassanee MSi memberikan materi tentang model pengelolaan universitas berbasis wakaf, sumber pembiayaan wakaf internasional dan tata kelola kampus yang terintegritas.
Universitas Fatoni, kata Dr Narong Hassanee MSi, dikenal sebagai institusi pendidikan yang dikelola melalui wakaf dari berbagai negara dan memiliki struktur manajemen yang terstandar. Seluruh kegiatan bertujuan memperluas kolaborasi akademik dan meningkatkan jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia.
Editor : Johan Panjaitan