Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Aptisi Sumut Dorong Peningkatan Penelitian Bereputasi, Universitas Murni Teguh jadi Tuan Rumah Workshop Internasional

Johan Panjaitan • Jumat, 30 Januari 2026 | 07:15 WIB
INTERNASIONAL: Workshop internasional from research idea to conceptual Aptisi Sumut di Universitas Murni Teguh, Kamis (29/1). (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
INTERNASIONAL: Workshop internasional from research idea to conceptual Aptisi Sumut di Universitas Murni Teguh, Kamis (29/1). (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

Sumutpos.jawapos.com-Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut bekerja sama dengan Universitas Murni Teguh melaksanakan workshop internasional yang diikuti 25 peserta dari 12 perguruan tinggi di Sumut.

Perguruan tinggi peserta workshop antara lain Unpab, USM Indonesia, Politeknik Cendana, UMN Al-Washliyah, UISU, Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia, STIM Sukma, Universitas Asahan, Universitas Harapan serta Universitas Murni Teguh.

Kegiatan bertajuk Hand On AI Workshop: From Research Idea to Conceptual digelar di Universitas Murni Teguh, Kamis (29/1) menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Dr. Bahtiar Mohamad dari Universiti Utara Malaysia (UUM).

Narasumber memaparkan bagaimana cara menulis di artikel bereputasi internasional dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI). "Kebanyakan dosen expert dalam bidangnya. AI hanya untuk membantu mendapatkan informasi. Tapi yang menentukan informasi itu betul atau tidak tergantung expert dosen tersebut," katanya.

Rujukan AI yang akurat? Assoc. Prof. Dr. Bahtiar Mohamad menegaskan informasi dari AI harus bisa di-cross check dengan data-data lainnya. Ada dua level AI biasa yang tak berbayar dan AI pro.

Ia juga mengungkapkan tren penelitian tentang banjir Sumatera, isu kemapanan, politik dan kemasyarakatan. Ini berkaitan dengan isu-isu tentang pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Narasumber juga menjelaskan bahwa penelitian fundamental terutama oleh dosen bergelar S3 (doktoral) lebih banyak menghasilkan theoretical development. Ada juga riset untuk diaplikasikan kepada masyarakat

Ia pun berharap pejabat pemerintahan dan industri haruslah menyediakan dana untuk riset. Seperti isu banjir dibutuhkan riset. Saat banjir bagaimana kita bisa menanganinya.

Terhadap animo peserta workshop, ia menilai cukup antusias. "Mereka fokus dan tahu apa yang mereka punya bidang," kata Assoc. Prof. Dr. Bahtiar Mohamad.

Sementara itu Ketua Aptisi Sumut Dr. Muhammad Isa Indrawan, M.M diwakili Sekretaris Aptisi Sumut Supriyanto, S.P, M.Si mengemukakan bahwa workshop ini cukup bagus. "Bagaimana mendorong dosen-dosen dapat menulis artikel yang lebih baik. AI itu salah satu alat bantu yang memungkinkan seorang dosen menulis artikel menjadi lebih baik.

Tentu dengan workshop, lanjutnya, maka publikasi dosen-dosen dari Sumut dapat ke level lebih tinggi.

Rektor Universitas Murni Teguh Seriga Banjarnahor, Ph.D menegaskan dukungan terhadap program pemerintah dan Aptisi untuk pengembangan dosen yang tentu akan berdampak kepada mahasiswa.

Workshop ini bagaimana seorang dosen membuat karya ilmiah yang juga dibantu oleh AI. Kita manfaat dengan maksimal membantu karya-karya dosen yang berinovasi dan berkreasi sehingga bisa menghasilkan solusi terhadap problem yang dihadapi masyarakat, khususnya di Sumut.

"Di Universitas Murni Teguh, kita sudah punya job desk. Juga sudah punya target kerja performa pendidikan, penelitian dan pengabdian. Kita support dosen dengan memfasilitasi penelitian sesuai visi perguruan tinggi. Yang dapat hibah dari pemerintah dan pihak lainnya kita beri reward termasuk percepatan jabatan fungsional. Ini upaya kita untuk mendorong dosen untuk terus melaksanakan penelitian," sebut rektor.(dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#Universitas Murni Teguh #International #workshop #Aptisi Sumut