Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

2.000 Sivitas Akademika USM Indonesia Ikuti Cek Kesehatan Gratis yang Ditangani Empat Puskesmas 

Johan Panjaitan • Senin, 11 Mei 2026 | 16:00 WIB
USM INDONESIA: Dr. Parlindungan Purba, M.M ikut CKG di kampus USM Indonesia. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
USM INDONESIA: Dr. Parlindungan Purba, M.M ikut CKG di kampus USM Indonesia. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

 

Sumutpos.jawapos.com-Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Sumut dan Dinas Kesehatan Medan menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 11-13 Mei 2026. Kegiatan di Hall Ign. Washington Purba Medan ini diikuti dua ribu peserta yang merupakan sivitas akademika USM Indonesia.

Mahasiswa, pegawai dan dosen USM Indonesia diwajibkan mendaftar pada aplikasi SatuSehat di PlayStore atau AppStore dan melakukan link screening. Peserta CKG ditangani tenaga medis dari Puskesmas Helvetia, Puskesmas Lalang, Puskesmas Sunggal dan Puskesmas Darussalam.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr. Parlindungan Purba, M.M didampingi Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes mengapresiasi pelaksanaan CKG tersebut. Ia pun berterima kasih pada Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Bobby Nasution dan Wali Kota Rico Waas.

Baca Juga: Swiss-Belinn Medan Sambut General Manager Baru, Slamet Widodo Siapkan Inovasi dan Penguatan Layanan

Dr. Parlindungan Purba, M.M yang juga konsul kehormatan Korea mengapresiasi karena pemerintah mendatangi warga. "Ini cukup prima pelayanan kesehatannya," terangnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Sumut Hery Valona Bonatua Ambarita, S.Kep, M.Kes mengutarakan program CKG di Sumut sudah menjangkau 1,2 juta penduduk. Ditargetkan program ini di Sumut dapat menjangkau 7 juta penduduk.

Dari hasil CKG tersebut diketahui kebanyakan memiliki gejala penyakit hipertensi dan diabetes.  "Kita beri obat. Bila diperlukan pengobatan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit. Bila tak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), akan ditangani melalui status Universal Health Coverage (UHC) dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Program CKG 2026 berbeda dengan program serupa di tahun sebelumnya. "Pelaksanaan CKG tidak lagi dikhususkan saat momen ulang tahun tiap penduduk. Tetapi dilakukan satu kelompok atau satu komunitas, seperti di USM Indonesia, " katanya.

Kepala bidang kesehatan masyarakat mengungkapkan USM Indonesia menjadi perguruan tinggi pertama yang melaksanakan CKG bagi sivitas akademika. Berikutnya kegiatan serupa berlanjut ke Universitas Asahan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.

Baca Juga: Terangi Rumah Ibu Atik, PLN Sumut Hadirkan Harapan Lewat Program Light Up The Dream

Dalam kesempatan ini, Hery Valona Bonatua Ambarita, S.Kep, M.Kes mengingatkan pentingnya rutin memeriksakan kesehatan. Kemudian giatkan gerakan masyarakat hidup sehat. 

''Perhatikan pola makan, olahraga, istirahat dan minum air putih secara rutin. Bila sudah ada penyakit, berobatlah ke Puskesmas dan rumah sakit. Konsumsi obatnya," rincinya.

Terkait pola makan, secara sederhana ia mengimbau untuk mengonsumsi makanan yang dibuat sendiri. "Utama makan di rumah yang diolah sendiri dengan baik dan memenuhi standar kesehatan. Hindari makan siap saji," terangnya. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#cek kesehatan #dinkes sumut #USM Indonesia #puskesmas