SERDANG BEDAGAI, Sumutpos.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai mulai melakukan penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berasrama gratis yang digagas pemerintah pusat itu diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin yang terdata dalam sistem nasional kesejahteraan sosial.
Melalui Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai, penjaringan dilakukan langsung ke lapangan tanpa mekanisme pendaftaran umum. Total kuota yang disiapkan mencapai 270 siswa, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kepala Dinas Sosial Sergai melalui Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Edwin Tarigan, mengatakan proses seleksi mengacu pada Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 63/HUK/2026 tentang Tata Cara Penerimaan Peserta Didik Sekolah Rakyat.
“Penjaringan dilakukan melalui penjangkauan langsung, bukan pendaftaran terbuka. Sasaran utamanya anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin yang masuk desil satu dan dua dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinsos Sergai melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pemerintah kecamatan, hingga perangkat desa.
Tim melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna memastikan calon peserta didik benar-benar memenuhi kriteria penerima manfaat.
Selain itu, data calon siswa juga dapat dipantau melalui aplikasi Sistem Evaluasi Terpadu Sekolah Rakyat (SETARA) milik Kementerian Sosial.
Edwin menjelaskan, proses penerimaan peserta didik berlangsung mulai pekan pertama Mei hingga pekan keempat Juni 2026. Selanjutnya, penetapan dan pengumuman peserta didik dijadwalkan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026, disusul pemeriksaan kesehatan dan registrasi ulang.
Kabupaten Serdang Bedagai sendiri menjadi salah satu daerah di Sumatera Utara yang terpilih sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Tak hanya menyediakan pendidikan formal dan asrama gratis, program tersebut juga diintegrasikan dengan berbagai layanan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis, bantuan sosial, hingga program perumahan.(fad/han)
Editor : Johan Panjaitan