DELISERDANG, Sumutpos.jawapos.com – Upaya menekan angka pernikahan dini tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga membutuhkan edukasi yang menyentuh generasi muda secara langsung. Berangkat dari semangat tersebut, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Medan membentuk Duta Remaja Berdaya Cegah Pernikahan Dini di SMA Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.
Program yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 itu merupakan bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan mengusung tema "Peningkatan Kesadaran Remaja terhadap Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini."
Tim pengabdian dipimpin Julietta Hutabarat, S.Psi., M.Keb. selaku ketua, didampingi Dr. Elisabeth Surbakti, SKM., M.Kes., Dr. Efendi Sianturi, SKM., M.Kes., serta melibatkan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran remaja mengenai pentingnya kesehatan seksual dan reproduksi, sekaligus memberikan pemahaman tentang berbagai risiko yang dapat timbul akibat pernikahan dini.
Kepala SMA Negeri 1 Kutalimbaru, Fibriani Tri Dewi Br. Bangun, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pembentukan duta remaja menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi kepada kalangan pelajar.
Baca Juga: Cara Cepat Menghilangkan Lendir di Tenggorokan, Lakukan Metode Alami Ini
Ia berharap para siswa yang terpilih dapat menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di tengah masyarakat.
"Duta yang telah dibentuk diharapkan mampu memberikan edukasi kepada teman-teman sebaya maupun masyarakat. Sekolah siap mendukung melalui berbagai kegiatan sosialisasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar," ujarnya.
Kegiatan dibuka dan ditutup oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Rukun, S.Pd., serta diikuti siswa dan para guru SMA Negeri 1 Kutalimbaru.
Selama penyuluhan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kesehatan reproduksi, dampak pernikahan dini, pentingnya melanjutkan pendidikan, hingga kesiapan remaja dalam merencanakan masa depan.
Baca Juga: Segini Harga Tiket Nonton Timnas di Piala ASEAN Hyundai 2026
Tim Poltekkes menyampaikan materi mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi, konsekuensi medis dan sosial dari pernikahan usia dini, pentingnya pendidikan, serta kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga.
Melalui materi tersebut, para siswa diajak memahami bahwa pernikahan dini bukan sekadar persoalan usia, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas kesehatan, keberlanjutan pendidikan, kesejahteraan keluarga, hingga masa depan generasi muda.
Sebagai tindak lanjut, Poltekkes Kemenkes Medan membentuk Duta Remaja Berdaya Cegah Pernikahan Dini yang akan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.
Para duta diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya, membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta mengampanyekan pencegahan pernikahan dini secara berkelanjutan.
Melalui program ini, SMA Negeri 1 Kutalimbaru diharapkan menjadi salah satu sekolah yang aktif mengembangkan gerakan edukasi kesehatan reproduksi remaja sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang lebih sadar, berdaya, dan mampu merencanakan masa depan secara sehat, cerdas, serta bertanggung jawab. (rel/han)
Editor : Johan Panjaitan