Lestarikan Bumbu Cipera, Dosen USM Indonesia Bantu UMKM Berastagi Kembangkan Kemasan Sachet

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:05 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat USM Indonesia diabadikan bersama pengelola Rumah Makan Muslim Gundaling di Jalan Merdeka Nomor 62, Berastagi, Kabupaten Karo, 11 Agustus 2026. (Foto: Tim Program PkM USM Indonesia)
Tim Pengabdian kepada Masyarakat USM Indonesia diabadikan bersama pengelola Rumah Makan Muslim Gundaling di Jalan Merdeka Nomor 62, Berastagi, Kabupaten Karo, 11 Agustus 2026. (Foto: Tim Program PkM USM Indonesia)

 

BERASTAGI, SumutPos.JawaPos.com- Tim dosen dari Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Medan menggandeng Rumah Makan Muslim Gundaling di Berastagi, Kabupaten Karo, untuk mengembangkan bumbu cipera dalam bentuk sachet siap pakai. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Untuk diketahui, cipera merupakan bumbu tradisional khas Karo yang selama ini hanya dikenal sebagai pelengkap masakan rumahan, dan belakangan mulai naik kelas menjadi produk oleh-oleh dalam kemasan.

Adapun Program PkM bertajuk “Pengembangan Produk Unggulan Bumbu Cipera Khas Karo dalam Sediaan Sachet untuk Pemberdayaan Masyarakat di Karo” yang dilaksanakan pada 10-11 Agustus 2026 ini, diketuai oleh Dr apt Yosy Cinthya Eriwaty Silalahi SFarm, MSi. Bersama dua anggota tim, yakni Nettietalia br Brahmana SST, MKM, dan Radina Yuni Mahesa Ginting SPd, MPd, serta melibatkan empat mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Farmasi USM Indonesia.

Baca Juga: Seniman Jambi dan Palembang Kritik Karhutla Lewat Karya Seni

Pada kesempatan itu, Yosy menjelaskan, Karo memiliki kekayaan rempah lokal yang melimpah, namun pengolahannya masih dilakukan secara tradisional dan hanya untuk kebutuhan internal rumah makan.

“Cipera itu bumbu khas Karo yang rasanya kuat dan otentik, tapi selama ini belum pernah dikemas dan dijual sebagai produk oleh-oleh. Padahal Berastagi ini kan daerah wisata, potensinya besar sekali,” ungkap Yosy, Selasa (13/10).

Rumah Makan Muslim Gundaling dipilih sebagai mitra karena lokasinya yang strategis di pusat pariwisata Berastagi. Yakni tepat di samping Hotel Sibayak International, serta telah dikenal luas oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Melalui program ini, Tim Program PkM USM Indonesia memberikan pelatihan produksi bumbu cipera kering, mulai dari perajangan, pengeringan, penghalusan, hingga pengemasan produk lebih higienis dan tahan lama. Tim juga mendampingi penyusunan desain kemasan, serta pembentukan identitas merek (brand) produk.

Baca Juga: Pedagang Angkringan Siap- siap Ikuti Aturan dan Ekosistem Baru

Program PkM ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat 2026, yang sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini juga diharapkan mendukung program Asta Cita pemerintah dalam mendorong kewirausahaan dan pengembangan industri kreatif berbasis pangan lokal. (adz)

Editor : Redaksi
Bumbu Cipera UMKM Berastagi pengabdian masyarakat kabupaten karo USM Indonesia