Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Menuju Pilgub 2024, Nasib Edy Rahmayadi Menunggu Hasil Survei Internal PDIP

Admin SP • Selasa, 23 Juli 2024 | 15:40 WIB
Pengamat Politik Sumut, Rafriandi Nasution.(ist/SUMUT POS)
Pengamat Politik Sumut, Rafriandi Nasution.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO - PDI Perjuangan tengah memantau elaktabilitas kader terbaiknya, seperti Nikson Nababan, Sofyan Tan dan Djarot Saiful Hidayat, untuk bertarung melawan Bobby Nasution di Pilgub Sumut tahun 2024.

Menyikapi hal itu, Pengamat Politik Sumut, Rafriandi Nasution mengungkapkan sah-sah saja karena ingin mendorong kader sendiri maju di Pilgub Sumut, dari pada mengusung non kader di Pilgub Sumut tahun 2024.

"Tinggal Edy Rahmayadi, apakah masih jadi bahan pertimbangan bagi partai tersisa PDIP, PKS, Hanura dan Perindo. Apakah akan mempertimbangkan Edy Rahmayàdi atau Para kader Internal PDIP Nikson Nababan, Sofyan Tan dan Djarot Saiful Hidayat," sebut Rafriandi kepada Sumut Pos, Selasa (23/7).

Rafriandi mengungkapkan, ketiga sosok kader tersebut, plus Edy Rahmayadi akan ditentukan dan melihat perkembangan survei internal yang dilakukan PDIP.

"Jika hasil sùrvey internal yang dilakukan terhadap bakal calon Gubsu tersebut elektabilitas dan populeritas sama, maka PDIP akan memilih salah satu calon internal mereka," jelas Rafriandi.

Rafriandi mengatakan, dalam survei itu Edy Rahmayadi mampu melampaui suara para kader PDIP dan melewati 2 digit. Maka PDIP akan mempertimbangkan pencalonan mantan Pangkostrad itu.

"Jadi kalau Edy Rahmayadi mau calon dari PDIP harus ada Value Edded (nilai tambah) yang dibawanya ke PDIP. Jika tidak ada nilai tambah yang dapat menyakinkan maka sulit PDIP mengusung Edy Rahmayadi," sebut Rafriandi.

Begitu juga dengan PKS akan berpikir ulang untuk berkoalisi dengan PDIP dan malah sebaliknya, akan berlabuh dukungan kepada Bobby Nasution di Pilgub Sumut 2024.

"Akhirnya, PKS akan ke Bobby Nasution dan tepuk tangan akan bergema menarik nafas dalam dalam karena rivalitas senyatanya buat Bobby adalah diusungnya Edy Rahmayadi sbagai Cagub Sumut 2024-2029," sebut Rafriandi.

Rafriandi menjelaskan terlepas sukses atau tidaknya Edy Rahmayadi menjadi Gubernur Sumut priode lalu. Tentunya, ada parameter prestasi yang bisa digunakan dalam survei internal PDIP dengan BPK memberi WTP berturut-turut itu, menunjukan pengelolaan Administratif tata kelola keuangan cukup baik.

"Begitu juga rotasi PNS di jajaran Pempŕov Sumut, juga berjalan baik. Artinya, penyegaran bagi PNS atau sering di sebut 'Tour Of duty' berjalan lancar," kata Rafriandi.

"Ke pembangunan di APBD sampai berakhirnya, jabatan Gubernur Sumut, tanpa ada poncorengan ke pribadi Edy Rahmayadi, dalam indikasi korupsi juga tidak ada, yang bersekala penyalagunaan jabatan Gubernur. Itu di internal. Sedangkan, di eksternal daya dukung publik terhadap visi sumut bermartabat cukup positif," tandas Rafriandi.(gus/han)

Editor : Redaksi
#pdip #Pilgub 2024