KARO, SUMUTPOS.CO - Membawa perubahan untuk mewujudkan Karo beriman, Karo Berbudaya, Karo modern, Karo unggul menuju Tanah Karo sejahtera berkelanjutan, menjadi target utama yang ingin dicapai oleh Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karo, Antonius Ginting-Komando Tarigan.
Hal ini ditegaskan Antonius-Komando usai mengikuti tahapan pencabutan dan penetapan nomor urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Karo dalam Pilkada 2024 di Hotel Sinabung Berastagi, Senin (23/9) sore.
Paslon yang diusung 7 Parpol yakni PAN, Gerindra, Perindo, Nasdem, PKB, Hanura dan PSI ini akan mampu mewujudkan hal tersebut jika mendapat dukungan dan kepercayaan penuh dari masyarakat Bumi Turang.
Pasangan 'Karo Erdilo' sendiri mendapat nomor urut 2 yang dimaknai sebagai simbol kemenangan (Victory). "Nomor urut ini sesuai dengan harapan kami. Karena nomor 2 adalah simbol kemanangan, victory," tegas Antonius diamini Komando dan partai pengusung.
Dipaparkan Antonius, mereka datang ke Tanah Karo membawa perubahan ke arah yang lebih baik dengan program-program unggul, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan rakyat, pertanian dan pariwisata.
"Program dan konsep-konsepnya sudah kami siapkan, tinggal mengimplementasikannya saja nanti," katanya.
Lanjut Antonius, di bidang kesehatan misalnya, harus diwujudkan layanan yang unggul, yang mudah diaskes, berkualitas berbasis pemerintah. Artinya, masyarakat pemegang kartu BPJS atau yang tidak mampu pun harus mendapat pelayanan kesehatan berkualitas yang unggul.
Demikian juga di bidang pendidikan, Kabupaten Karo butuh pendidikan unggul untuk mengisi Indonesia emas di tahun 2025. Hal ini dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain.
"Saat ini sudah jarang kita dengan keunggulan Karo di bidang pendidikan. Karena itu sekolah unggulan harus diwujudkan di Karo. Dulu saya SMP di Karo masih bisa masuk sekolah unggulan di Medan," kenangnya.
Jika dipercaya masyarakat, setelah dibpemerintahan nanti, setiap SMA negeri mininal harus memiliki 1 kelas unggulan. Para siswa-siswi ini yang akan melanjutkan pendidikan, baik kedinasan, Akpol, Akmil, IPDN dan universitas-universitas ternama. Begitu juga di bidang kesejahteraan rakyat, kita bangkitkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM dan ekonomi kreatif.
Membuka lapangan kerja baru sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang ada. Memunculkan pengusaha-pengusaha baru yang kompetitif dalam industri kreatif. Pemanfaatan sumber daya yang ada secara optimal, baik sumber daya alam maupun manusia.
"Kita juga ingin orang-orang yang datang ke Tanah Karo disambut oleh alam yang indah, udara yang segar, bunga warna-wani dan kupu-kupu yang menari-nari dan betul-betul suasana yang aman dan nyaman," katanya.
Bahkan yang tak kalah penting dan membutuhkan pembenahan adalah di bidang pertanian. Dimana 80 persen masyarakat Kabupaten Karo hidup dari hasil pertanian. Tekhnologi, moderenisasi pertanian harus dilakukan. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, tapi kualitas produksinya lebih tinggi. Hal ini juga didukung oleh ketersediaan bibit unggul, pestisida dan pupuk.
"Pemerintah juga harus hadir membantu petani dalam pengelolaan harga. Karena ini sangat menentukan. Konsepnya bagaimana, kami sudah siapkan. Pembangunan infrastruktur juga harus dikejar sebagai penopang, sehingga produksi hasil pertanian dari Karo bisa sampai ke tempat tujuan dengan mudah dan lancar. Kita juga lebih mudah mencari tujuan baru sebagai tempat penjualan hasil produksi pertanian kita," paparnya.
Dengan konsep UMKM dihubungkan dengan pertanian dan pariwisata ini, Atonius meyakini dalam waktu dekat PAD dan kesejahteraan masyarakat Tanah Karo akan meningkat dengan cepat.
Sebagai penggagas di bidang pertanian dan pariwisata, Calon Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan menambahkan, khususnya di bidang pertanian juga perlu diadakan pelatihan-pelatihan dan pembenahan. Karena sesuai perkembangan jaman, sumber daya manusia di bidang pertanian ini sudah harus di-upgrade dan tingkatkan.
"Sehingga mekanisasi pertanian bisa kita laksanakan. Jika kesejahteraan 80 petani bisa kita angkat, maka secara otomatis kesejahteraan Kabupaten Karo akan ikut meningkat," ujarnya.
Demikian juga di bidang pariwisata. Sejauh ini masih banyak tempat wisata potensial di Karo yang belum tersentuh.
"Seperti Gundaling, Lau Kawar, Sipiso-piso, Danau Toba dan banyak lagi tempat wisata yang butuh pembenahan. Kami sudah menyiapkan program dan gagasan untuk mewujudkan cita-cita kita bersama menuju Karo beriman, Karo Berbudaya, Karo modern, Karo unggul menuju Tanah Karo sejahtera berkelanjutan," tandasnya. (deo/han)
Editor : Redaksi