MEDAN, SUMUT POS- Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara, Syamsul Qamar, menegaskan bahwa pelaksanaan Musda Golkar Sumut tidak hanya berorientasi pada pemilihan ketua dan pengurus semata. Menurutnya, agenda Musda memiliki cakupan yang jauh lebih luas, termasuk konsolidasi organisasi serta perumusan program strategis partai ke depan.
Syamsul menjelaskan, proses pemilihan ketua dan formasi kepengurusan hanya menjadi sebagian kecil dari keseluruhan agenda Musda. Fokus utama justru diarahkan pada penyusunan dan pelaksanaan program kerja yang akan dijalankan oleh kepengurusan terpilih.
“Musda ini jangan dipahami hanya soal memilih ketua dan pengurus. Itu porsinya hanya sekitar 30 persen. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana merumuskan program dan memastikan program itu bisa dijalankan oleh pengurus yang terpilih,” ujar Syamsul Qamar saat memberikan keterangannya di kantor DPD Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, Musda Golkar Sumut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Konsolidasi tersebut dinilai krusial dalam memperkuat soliditas organisasi dan kesiapan partai menghadapi agenda politik ke depan.
Dalam Musda nanti, kata Syamsul, akan dibentuk tiga komisi yang masing-masing memiliki tugas dan fokus pembahasan berbeda. Setiap komisi akan membahas isu strategis yang menjadi kebutuhan organisasi dan arah kebijakan partai.
“Ada tiga komisi yang akan bekerja. Salah satunya akan membahas rekomendasi, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan dan pembiayaan politik. Jadi Musda ini akan berjalan dinamis, tidak hanya terpusat pada proses pemilihan,” jelasnya.
Anggota DPRD Sumut tersebut itu juga mengungkapkan bahwa berbagai masukan terkait program pemerintah telah diterima dari fraksi-fraksi partai yang tergabung di DPR. Masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan diskusi dalam forum Musda untuk diselaraskan dengan kebijakan dan program Partai Golkar di Sumatera Utara.
“Masukan dari fraksi-fraksi di DPR sudah kami terima. Itu akan kita bahas bersama dalam Musda sebagai bagian dari kontribusi Golkar dalam mendukung program pemerintah,” katanya.
Terkait munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai bakal calon pimpinan Golkar Sumut, Syamsul menyebut hal tersebut masih bersifat dinamis. Beberapa nama seperti Hendriyanto Sitorus dan Andar Amin Harahap mulai mencuat, namun kekuatan dan peluang masing-masing belum dapat dipastikan saat ini.
“Memang ada beberapa nama yang mulai muncul seperti Hendriyanto dan Andar Amin. Tapi kita belum bisa menilai sejauh mana kekuatan dan peluang mereka. Semua akan terlihat seiring dengan berjalannya proses Musda,” ujarnya.
Untuk sementara, lanjut Syamsul, Steering Committee masih fokus mengidentifikasi figur-figur yang bersedia dan memenuhi syarat untuk dicalonkan mengisi posisi strategis dalam kepengurusan.
“Sekarang fokus kami adalah memastikan siapa saja yang bersedia dicalonkan, baik untuk posisi-posisi penting di kepengurusan, termasuk posisi ke-20, ke-25, ke-26, hingga ke-27. Semua harus melalui mekanisme dan proses yang sesuai aturan partai,” pungkasnya.
Dengan agenda yang komprehensif tersebut, Musda Golkar Sumut diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang solid, program yang realistis, serta arah kebijakan partai yang selaras dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah. (san/ram)
Editor : Juli Rambe