Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Luka Psikis dari KDRT Bisa Picu Wanita Bunuh Diri

Redaksi • Selasa, 27 Januari 2026 | 06:00 WIB
ilustrasi, KDRT pada wanita tidak melulu soal luka fisik, tapi juga kuka psikis. (freepik.com)
ilustrasi, KDRT pada wanita tidak melulu soal luka fisik, tapi juga kuka psikis. (freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada wanita masih jadi momok di Indonesia.

Luka fisik yang diderita cenderung jadi perhatian utama, nyatanya luka psikis pada wanita korban KDRT jauh lebih parah.

Melansir Park View Health, Senin (26/1/2026), luka fisik mungkin hanya secuil dari dampak KDRT, tapi wanita yang jadi korban harus menanggung luka psikis yang kerap tidak tampak dari luar.

Wanita jadi lebih rentan depresi (2,7 kali lebih besar), kecemasan (4 kali lebih besar) dan penyalahgunaan narkoba dan alkohol (6 kali lebih besar).

Pikiran bunuh diri bisa 3,5 kali lebih besar dialami wanita korban KDRT dibanding yang tidak mengalami.

Dampak psikis secara umum dari KDRT adalah ketakutan, ketidakberdayaan, dan post-traumatic stress disorder (PTSD).

Ketakutan ini biasanya mencakup ketakutan untuk tetap tinggal dan disakiti lagi, ketakutan saat bepergian dan diikuti lalu diperlakukan lebih kejam.

Rhian Parker, dari Universitas Melbourne, mengatakan KDRT terutama pelecehan fisik dan emosional bisa merusak psikologis dan meningkatkan risiko wanita terkena gangguan mental.

Artinya, wanita rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan mental termasuk PTSD, depresi, kecemasan, penyalahgunaan zat, dan pikiran untuk bunuh diri.

Parker pun mengutip sebuah tinjauan dengan temuan wanita yang pernah jadi korban KDRT tujuh kali lebih berisiko mengalami PTSD dibanding wanita yang tidak pernah mengalami KDRT.(lin)

Editor : Redaksi
#Lindungi perempuan #kdrt #Kesehatan Mental #PTSD #luka psikis