Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Timnas U-23 Gagal ke Piala Asia 2026, Vanenburg Soroti Minimnya Jam Terbang Pemain Muda

Johan Panjaitan • Rabu, 10 September 2025 | 10:55 WIB
Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Gerald Vanenburg. (SALMAN TOYIB/SUMUT POS)
Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Gerald Vanenburg. (SALMAN TOYIB/SUMUT POS)

Sumutpos.jawapos.com-Harapan Timnas Indonesia U-23 untuk tampil di putaran final Piala Asia U-23 2026 pupus setelah kalah tipis 0-1 dari Korea Selatan pada laga terakhir Grup J Kualifikasi, yang digelar Selasa malam (9/9/2025) WIB.

Kekalahan ini memastikan Garuda Muda gagal mengamankan tiket ke babak utama turnamen yang akan digelar tahun depan.

Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Gerald Vanenburg, mengungkapkan bahwa minimnya menit bermain para pemain muda di level klub menjadi salah satu faktor utama kegagalan anak asuhnya, terutama dalam hal ketahanan fisik.

"Banyak yang menyoroti fisik pemain yang memang di kompetisi hampir tidak bermain, sehingga ketika menghadapi tim seperti Korea Selatan yang memiliki fisik bagus, di menit 60 kita banyak mengalami kendala karena tidak mampu bersaing secara fisik," ujar Vanenburg dalam konferensi pers usai pertandingan.

Minta Kompetisi Usia Muda Digulirkan

Pelatih asal Belanda itu juga menilai bahwa Indonesia perlu segera menggulirkan kompetisi reguler khusus kelompok usia muda untuk memberikan jam terbang yang cukup bagi para pemain muda.

"Evaluasi dari sisi fisik, mungkin bisa diadakan kompetisi tersendiri bagi kelompok usia muda, karena kalau kita melihat di Korea Selatan, mereka memiliki kompetisi tersebut dan pemain bermain setiap pekan dengan jam terbang yang tinggi," tambahnya.

Regulasi Super League Belum Maksimal

Saat ini, Super League 2025/2026 sebenarnya telah menerapkan regulasi yang mewajibkan setiap klub mendaftarkan lima pemain U-23 dan memainkan setidaknya satu pemain selama 45 menit di setiap pertandingan. Namun, Vanenburg menilai aturan tersebut belum sepenuhnya efektif dalam membentuk kesiapan pemain untuk kompetisi internasional.

Beberapa pemain muda yang masuk dalam skuad Garuda Muda seperti Kadek Arel (Bali United), Arkhan Fikri (Arema FC), dan Rayhan Hannan (Persija Jakarta) sejatinya sudah tampil di level klub, namun dinilai masih kekurangan jam terbang intensif.

Kekalahan ini membuat Timnas U-23 Indonesia gagal mengulang pencapaian gemilang pada edisi sebelumnya, ketika di bawah asuhan Shin Tae-yong, tim mampu menembus babak semifinal dan nyaris tampil di Olimpiade Paris 2024 sebelum akhirnya dikalahkan Guinea 0-1 dalam laga playoff antar konfederasi.

Kini, evaluasi menyeluruh diperlukan jika Indonesia ingin kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Asia usia muda. Infrastruktur kompetisi dan pengembangan pemain muda menjadi catatan penting ke depan.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Piala Asia #U-23 #timnas