Mario Balotelli Resmi Menuju Al-Ettifaq, Petualangan Baru Sang Enfant Terrible di Saudi Pro League
Johan Panjaitan• Jumat, 9 Januari 2026 | 09:30 WIB
Mario Balotelli. (africa soccer)
Sumutpos.jawapos.com-Sewindu terakhir, sejak meninggalkan OGC Nice, Mario Balotelli tak pernah benar-benar menetap lama di satu klub. Kariernya terus bergerak dari satu persinggahan ke persinggahan lain, nyaris selalu berakhir sebelum satu musim penuh. Kini, striker flamboyan Italia itu kembali membuka lembaran baru.
Jika tak ada aral melintang, Balotelli akan segera diresmikan sebagai pemain anyar Al-Ettifaq Club, kontestan Saudi Pro League. Kepastian itu menguat setelah pakar transfer Italia Gianluca Di Marzio mengungkapkan kesepakatan kedua belah pihak melalui akun X miliknya.
Balotelli, yang kini berusia 35 tahun, dikabarkan telah menandatangani kontrak berdurasi 2,5 tahun di Dubai pada Kamis (9/1). Pengumuman resmi dari pihak klub dijadwalkan berlangsung awal pekan depan, tepatnya pada 12 Januari.
Kepindahan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier pemain yang pernah menjadi andalan Timnas Italia di Euro 2012 dan Piala Dunia 2014. Meski sinarnya tak lagi seterang satu dekade silam, nama Balotelli masih memiliki daya tarik kuat—baik dari sisi komersial maupun pengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa.
Ketertarikan Al-Ettifaq terhadap Balotelli tak lepas dari sentuhan Italia di tubuh manajemen klub. Sejak Pietro Laterza, pengusaha asal Italia, menjabat sebagai presiden klub pada September tahun lalu, Al-Ettifaq mulai aktif membidik pemain-pemain dengan latar belakang Serie A.
Bagi Balotelli, Saudi Pro League bisa menjadi lebih dari sekadar destinasi terakhir. Ini adalah peluang untuk kembali membuktikan bahwa dirinya belum sepenuhnya habis—bahwa di balik reputasi kontroversialnya, masih tersisa naluri predator yang pernah mengguncang Eropa.
Apakah Al-Ettifaq akan menjadi rumah yang lebih lama bagi Balotelli? Atau sekadar satu persinggahan lain dalam perjalanan panjang sang Super Mario? Jawabannya akan segera terlihat di padang pasir Arab Saudi.(jpg/han)