RABAT, Sumutpos.jawapos.com-Ambisi tuan rumah Maroko menembus semifinal Piala Afrika 2025 mendapat ujian berat. Di hadapan publik sendiri di Prince Moulay Abdellah Stadium, dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 2/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB), Singa Atlas harus menghadapi raksasa Afrika, Kamerun.
Bukan sekadar lawan berlabel juara lima kali Piala Afrika. Indomitable Lions juga dikenal sebagai spesialis pematah mimpi tuan rumah. Dalam enam pertemuan terakhir melawan host turnamen, Kamerun tak pernah kalah—tiga kemenangan dan tiga hasil imbang. Rekam jejak paling ikonik terjadi pada final Piala Afrika 2000, saat Kamerun menumbangkan Nigeria di kandangnya sendiri lewat adu penalti.
Tak heran bila tekanan besar dirasakan kubu tuan rumah. Pelatih Maroko Walid Regragui mengakui atmosfer laga ini sarat beban emosional.
“Kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini bagi rakyat Maroko. Tekanannya sangat besar di fase seperti ini,” ujar Regragui kepada Almountakhab.
Adu Taktik Dua Generasi
Laga ini juga menjadi panggung adu strategi antara Regragui dan David Pagou, pelatih lokal Kamerun yang tengah membidik sejarah pribadi. Pagou berpeluang menjadi pelatih Kamerun pertama yang mengantarkan timnya ke semifinal Piala Afrika.
Dalam tiga keberhasilan Kamerun melaju ke semifinal sebelumnya, mereka selalu dipimpin pelatih asing asal Belgia—Winfried Schafer (2002), Otto Pfister (2008), dan Hugo Broos (2017). Pagou sudah lebih dulu mencatatkan rekor sebagai pelatih lokal Kamerun pertama yang menang di fase gugur Piala Afrika.
“Kami berada dalam momentum terbaik. Kami percaya diri bisa melewati tuan rumah,” tegas Pagou, dikutip dari Foot Africa.
Brahim Diaz Enggan Pulang Tangan Hampa
Di kubu Maroko, sorotan tertuju pada Brahim Diaz. Gelandang serang Real Madrid itu menegaskan tekadnya untuk tidak kembali ke klub tanpa membawa prestasi dari Piala Afrika 2025. Demi membela Singa Atlas, Brahim bahkan harus melewatkan kesempatan memperkuat Madrid di ajang Supercopa de España di Jeddah.
Kepercayaan diri Brahim bukan tanpa dasar. Sejak fase grup hingga babak 16 besar, pemain kelahiran Malaga itu selalu mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun bersama Maroko.
“Aku tidak mau melihat rekan-rekanku di Madrid mengangkat trofi sementara aku pulang tanpa apa pun. Aku siap mempersembahkan gol lagi untuk Maroko,” ujarnya di laman resmi Piala Afrika 2025.
Bagi Maroko, laga ini adalah pertaruhan harga diri dan ambisi. Bagi Kamerun, ini adalah panggung untuk menegaskan reputasi sebagai raja pesta yang gemar membungkam tuan rumah. Dini hari nanti, Rabat akan menjadi saksi apakah Singa Atlas mampu mematahkan kutukan, atau justru kembali menjadi korban keperkasaan Indomitable Lions.(jpg/han)
Perkiraan Pemain:
KAMERUN (3-5-2): 16-Epassy (g); 3-Malone, 17-Kotto, 5-Tolo (c); 2-Tchamadeu, 15-Avom, 24-Baleba, 14-Namaso, 18-Nagida; 10-Mbeumo, 26-Kofane
Pelatih: David Pagou
Jersey pemain: Hijau
Jersey kiper: Pink
MAROKO (4-3-3): 1-Bounou (g); 2-Hakimi (c), 5-Aguerd, 25-Masina, 3-Mazraoui; 23-El Khannous, 24-El Aynaoui, 11-Saibari; 10-Brahim, 20-El Kaabi, 17-Ezzalzouli
Pelatih: Walid Regragui
Jersey pemain: Putih
Jersey kiper: Biru