JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Hasil undian AFC Asian Cup 2027 menempatkan Timnas Indonesia dalam situasi yang langsung memancing perhatian publik Asia. Tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F membuat skuad Garuda disebut masuk “grup neraka”.
Namun di tengah kekhawatiran banyak pihak, pelatih John Herdman justru menunjukkan respons berbeda. Tidak ada nada pesimistis. Tidak pula kesan takut menghadapi lawan-lawan yang secara ranking maupun pengalaman berada di atas Indonesia. Herdman malah melihat hasil undian itu sebagai kesempatan besar untuk mengukur sekaligus menaikkan level timnya.
Undian resmi digelar AFC di At-Turaif District, Arab Saudi, Sabtu malam (9/5) waktu setempat. Grup F langsung disebut sebagai salah satu grup paling kompetitif di turnamen nanti.
Jepang datang dengan status raksasa Asia dan penghuni peringkat 18 FIFA. Qatar merupakan langganan Piala Dunia sekaligus salah satu kekuatan utama Timur Tengah. Sementara Thailand tetap menjadi rival klasik Asia Tenggara yang selalu menghadirkan tensi tinggi setiap bertemu Indonesia.
Baca Juga: Jembatan BDB 95 Menghubungkan 2 Kabupaten, sebagai Bukti Kepedulian Polri pada Masyarakat
Di atas kertas, Indonesia memang menjadi tim dengan ranking FIFA terendah di grup, yakni posisi 122 dunia. Tetapi Herdman menolak melihat situasi itu sebagai ancaman.
“Saya pikir hasil drawing ini memberikan kita peluang besar untuk mengambil langkah berikutnya,” ujar Herdman.
Pelatih asal Inggris itu menilai laga-laga berat justru dibutuhkan Indonesia bila ingin berkembang menjadi kekuatan baru Asia dan menjaga mimpi tampil di Piala Dunia 2030.
“Kita akan menghadapi tim terbaik di AFC, lalu menghadapi peserta Piala Dunia seperti Qatar, dan juga salah satu rival terbesar kita, Thailand,” katanya.
Menurut Herdman, fase grup seperti ini akan menjadi ujian penting untuk mental, kualitas, sekaligus identitas permainan Timnas Indonesia. Ia ingin skuad Garuda belajar menikmati tekanan ketika menghadapi tim papan atas.
“Banyak orang mungkin melihat ini sebagai grup yang sulit. Tetapi di level AFC seperti ini, setiap grup memang sulit,” ujarnya.
Baca Juga: Medan Coding Competition, UMSU Kembangkan Chatbot AI Wujudkan Kampus Digital
Herdman bahkan menyebut status underdog bisa menjadi keuntungan psikologis bagi Indonesia, khususnya saat menghadapi Jepang yang difavoritkan lolos sebagai juara grup.
“Yang terpenting bagi kita adalah melihat peluang ketika menghadapi tim seperti Jepang dan menikmati status underdog tersebut,” tegasnya.
Pelatih yang sebelumnya sukses membawa Kanada tampil di Piala Dunia itu juga menekankan pentingnya karakter dan daya juang tim saat menghadapi Qatar maupun Thailand. Menurutnya, kualitas teknis saja tidak cukup untuk bersaing di level Asia.
“Kami harus mampu mengeluarkan versi terbaik dari diri kami saat menghadapi Qatar, lalu membawa semangat juang, determinasi, dan gairah ketika melawan Thailand,” katanya.
Pernyataan Herdman memperlihatkan arah baru yang sedang dibangun di tubuh Timnas Indonesia. Fokusnya bukan sekadar lolos dari fase grup, tetapi membentuk mental kompetitif agar Indonesia terbiasa menghadapi tekanan level elite Asia.
AFC Asian Cup 2027 sendiri akan berlangsung di Saudi Arabia pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Turnamen digelar di delapan stadion yang tersebar di Riyadh, Jeddah, dan Khobar.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan