ROMA, Sumutpos.jawapos.com – Cristian Chivu menorehkan kisah istimewa dalam sejarah sepak bola Italia. Mantan bek tangguh asal Rumania itu sukses mencatatkan doblete—menjuarai Serie A dan Coppa Italia—baik sebagai pemain maupun pelatih bersama Inter Milan.
Prestasi tersebut membuat nama Chivu kini disejajarkan dengan figur-figur besar dalam sejarah Nerazzurri.
Sebagai pemain, Chivu pernah menjadi bagian penting skuad Inter saat meraih treble bersejarah pada musim 2009–2010, termasuk scudetto Serie A dan Coppa Italia. Kini, 16 tahun kemudian, ia kembali membawa Inter berjaya, tetapi dari sisi berbeda: sebagai allenatore.
Musim 2025–2026 menjadi panggung pembuktian sempurna bagi Chivu. Pada musim perdananya menangani Inter Milan, ia langsung menghadirkan dua trofi domestik sekaligus.
Baca Juga: Berkas Lengkap, Polres Padang Lawas Limpahkan Tiga Tersangka Pencurian ke Jaksa
Scudetto Serie A sudah dipastikan sejak akhir April lalu. Sementara gelar Coppa Italia dikunci Inter usai menumbangkan SS Lazio 2-0 di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5) waktu setempat.
Kemenangan Inter dibuka melalui gol bunuh diri bek Lazio Adam Marusic pada menit ke-14. Dominasi Nerazzurri kemudian dipertegas sang kapten, Lautaro Martinez, lewat gol kedua pada menit ke-35.
Bagi para pemain Inter, keberhasilan musim ini tidak lepas dari sentuhan Chivu yang dianggap mampu menghidupkan kembali mental juara tim setelah musim lalu gagal meraih trofi dan tiga kali finis sebagai runner-up.
“Aku memberi Chivu nilai sepuluh musim ini. Dia memberi kontribusi besar bagi kami,” ujar Lautaro Martinez kepada Sport Mediaset.
Striker asal Argentina itu menyebut keberhasilan meraih doblete bukan sesuatu yang mudah diulang dalam waktu dekat.
“Musim ini sangat penting bagi kami, dari hasil akhir, permainan, intensitas, hingga performa tim,” lanjut pemain yang akrab disapa El Toro tersebut.
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Iduladha 2026 pada 27 Mei
Pujian serupa datang dari Marcus Thuram. Penyerang timnas Prancis itu menilai Chivu menjadi faktor pembeda dalam kebangkitan Inter musim ini.
“Dia tidak ternilai. Dia mengembalikan kepercayaan diri para pemain. Kami bisa memenangi dua gelar musim ini karena dirinya,” kata Thuram.
Kesuksesan di kompetisi domestik rupanya belum membuat Chivu puas. Pelatih berusia 45 tahun itu sudah mengarahkan pandangan ke target yang lebih besar musim depan: Liga Champions.
Menurutnya, Inter masih memiliki ruang untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di level Eropa.
“Kami bisa mencatat hasil yang lebih baik di Liga Champions. Tim ini masih memiliki ruang untuk perbaikan,” ujar Chivu kepada Sempre Inter.
Dengan dua trofi di musim debutnya, Cristian Chivu kini bukan hanya dikenang sebagai mantan pemain hebat Inter Milan. Ia mulai membangun reputasi baru sebagai arsitek masa depan Nerazzurri.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan