Sumutpos.jawapos.com-Klub raksasa London, Arsenal, akhirnya kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris. Penantian panjang selama 22 tahun resmi berakhir setelah The Gunners memastikan diri menjadi juara Premier League musim 2025/26 usai rival terdekat mereka, Manchester City, hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan AFC Bournemouth.
Hasil tersebut memastikan Arsenal tak lagi dapat dikejar di puncak klasemen meski kompetisi masih menyisakan satu pertandingan. Kepastian juara hadir tanpa harus turun ke lapangan, tetapi lahir dari konsistensi yang mereka bangun sepanjang musim.
Beberapa hari sebelumnya, pasukan Mikel Arteta sukses menundukkan Burnley FC dengan skor tipis 1-0. Kemenangan itu membawa Arsenal mengoleksi 82 poin, jumlah yang tak mungkin lagi dilampaui Manchester City yang maksimal hanya mampu mencapai 81 angka setelah gagal menang di Vitality Stadium.
Baca Juga: Rahasia Gorengan Renyah Tahan Lama, Campur Tepung dengan Bahan ini
Gelar ini bukan sekadar trofi. Ini adalah akhir dari penantian panjang, tekanan, sekaligus keraguan yang selama bertahun-tahun membayangi Emirates Stadium sejak era keemasan Arsène Wenger berakhir.
Sepanjang musim, Arsenal tampil sebagai tim paling stabil di liga. Mereka memimpin klasemen sejak Oktober dan hanya sempat tergeser singkat pada April setelah kalah dari Manchester City di Etihad Stadium. Namun, respons yang ditunjukkan Arteta dan anak asuhnya menjadi pembeda utama dalam perebutan gelar musim ini.
Alih-alih runtuh di bawah tekanan, Arsenal justru bangkit dengan memenangkan empat pertandingan beruntun tanpa kebobolan satu gol pun. Momentum itu menjadi titik balik yang menjaga mereka tetap berada di jalur juara.
Secara statistik, Arsenal menutup musim dengan catatan impresif: 25 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya lima kekalahan dari 37 pertandingan. Kombinasi lini belakang yang solid, permainan agresif, serta kedalaman skuad yang semakin matang membuat The Gunners tampil lebih dewasa dibanding musim-musim sebelumnya.
Bagi Arteta, keberhasilan ini menjadi pencapaian terbesar sejak menangani Arsenal pada Desember 2019. Pelatih asal Spanyol tersebut perlahan membangun ulang fondasi klub, membentuk identitas permainan yang jelas, sekaligus mengubah Arsenal dari sekadar pesaing menjadi juara sesungguhnya.
Baca Juga: Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 20 Ribu Akhir Juni
Setelah tiga musim berturut-turut harus puas finis di posisi kedua, tekanan terhadap Arsenal sempat mencapai titik tertinggi. Banyak pihak mulai meragukan apakah proyek Arteta benar-benar mampu menghasilkan trofi liga.
Kini, semua keraguan itu terjawab.
Arsenal tidak hanya kembali menjadi juara Inggris, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa mereka telah kembali sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa. Bagi jutaan pendukung The Gunners di seluruh dunia, musim 2025/26 akan dikenang sebagai tahun ketika penantian panjang akhirnya berubah menjadi sejarah.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan