Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Emery Rajai Liga Europa, Aston Villa Tumbangkan Freiburg dan Akhiri Penantian 44 Tahun

Johan Panjaitan • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:15 WIB
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai kalahkan Freiburg. Unai Emery kembali buktikan dominasi sebagai “King Emery” di kompetisi Eropa. (rm.id)
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai kalahkan Freiburg. Unai Emery kembali buktikan dominasi sebagai “King Emery” di kompetisi Eropa. (rm.id)

 

ISTANBUL, Sumutpos.jawapos.com-Dominasi Unai Emery di kompetisi Liga Europa kembali terbukti. Pelatih asal Spanyol itu sukses membawa Aston Villa menjuarai Liga Europa musim ini setelah mengalahkan SC Freiburg dengan skor meyakinkan 3-0 di Beşiktaş Stadyumu, Kamis (21/5/2026).

Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan reputasi Emery sebagai spesialis Liga Europa, setelah sebelumnya sukses mengantar Sevilla FC meraih gelar beruntun dan membawa Villarreal CF menjadi juara di ajang yang sama.

Dengan tambahan trofi ini, Emery kembali dijuluki “King Emery” oleh media Inggris, seiring rekam jejaknya yang konsisten merajai kompetisi Eropa level kedua tersebut.

Baca Juga: Remaja di Langkat Tewas Diduga Dikeroyok, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

“Kami semakin kuat dan berkembang. Kami akan ke Liga Champions musim depan,” ujar Emery usai pertandingan seperti dikutip dari UEFA.

Awal Era Baru di Villa Park

Emery menilai gelar Liga Europa ini bukan sekadar pencapaian, melainkan fondasi awal untuk membangun era baru di Villa Park. Ia menegaskan pentingnya penguatan skuad agar Aston Villa bisa bersaing lebih kompetitif di musim mendatang.

“Ini awal dari legasi kami di Villa. Kami harus mengulang ambisi ini dengan lebih jelas dan realistis di musim berikutnya,” kata pelatih berusia 54 tahun itu.

Emery sendiri masih terikat kontrak jangka panjang hingga musim panas 2029 bersama klub milik Nassef Sawiris dan Wes Edens tersebut, yang membuka peluang proyek jangka panjang di level Eropa.

Martínez Bermain dengan Cedera, Villa Tetap Kokoh

Sorotan lain datang dari penjaga gawang Emiliano Martínez yang tampil heroik meski mengalami cedera patah jari saat pemanasan jelang final. Meski dalam kondisi tidak ideal, Martínez tetap menyelesaikan pertandingan tanpa kebobolan.

Baca Juga: Dua Rumah Semi Permanen di Tebing Tinggi Ludes Terbakar, Seorang Petugas Damkar Diduga Alami Cidera

“Setiap kali mencoba menangkap bola, jariku terasa bergeser,” ungkap Martínez kepada ESPN.

Meski demikian, ia tetap mampu menjaga gawang Villa tetap steril sepanjang 90 menit pertandingan.

Set Pieces Jadi Kunci Kemenangan

Gol pembuka Villa yang dicetak Youri Tielemans pada menit ke-41 lahir dari skema bola mati yang dirancang khusus oleh pelatih set pieces Austin MacPhee. Strategi ini menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung ketat.

Striker Villa, Ollie Watkins, mengungkapkan bahwa skema tersebut telah dipersiapkan secara matang sejak awal turnamen.

“Set pieces sangat krusial karena lawan biasanya melakukan marking ketat,” ujarnya kepada TNT Sports.

Pangeran William Saksikan Sejarah Villa

Kemenangan ini terasa semakin spesial karena disaksikan langsung oleh pendukung setia Aston Villa, Pangeran William, di stadion. Ia menyaksikan langsung momen bersejarah saat Villa mengakhiri penantian 44 tahun gelar Eropa sejak terakhir kali juara European Cup 1982.

Baca Juga: Wisata Sumut Kian Diminati, Sewa Hiace dan Elf Long Jadi Pilihan Favorit Liburan Rombongan

“Malam yang luar biasa! Penantian 44 tahun terbayar sudah,” tulis Pangeran William di akun X miliknya.

Gelar ini bukan hanya menandai kebangkitan Aston Villa di panggung Eropa, tetapi juga menegaskan kembali status Unai Emery sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di kompetisi antarklub Eropa. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#emery #liga europa #kompetisi #aston vila