Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Inter Milan Tutup Musim dengan Drama Enam Gol, Ditahan Bologna 3-3 di Pekan Terakhir

Johan Panjaitan • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:01 WIB
 Marcus Thuram  dan rekan melakukan selebrasi  usai mencetak gol. (sempreinter)
Marcus Thuram dan rekan melakukan selebrasi usai mencetak gol. (sempreinter)

 

BOLOGNA, Sumutpos.jawapos.com- Inter Milan menutup perjalanan Liga Italia musim 2025/2026 dengan laga penuh drama. Sudah memastikan gelar juara Serie A, Nerazzurri bermain imbang 3-3 melawan Bologna pada pekan terakhir di Stadion Renato Dall’Ara, Sabtu (23/5/2026).

Pertandingan berjalan liar sejak menit awal. Inter sempat unggul lebih dulu, lalu tertinggal dua gol, sebelum akhirnya bangkit dan menyelamatkan satu poin lewat gol penyeimbang di penghujung laga.

Hasil itu memang tidak mengubah posisi Inter di puncak klasemen. Pasukan Cristian Chivu tetap menutup musim sebagai kampiun Serie A dengan koleksi 87 poin.

Baca Juga: Polres Labuhanbatu Ringkus Pengedar Sabu di Kebun Rambung, Enam Paket Diamankan

Sebaliknya, Bologna harus menerima kenyataan pahit. Tambahan satu poin tak cukup membawa mereka ke kompetisi Eropa. Klub asal Emilia-Romagna itu finis di posisi kedelapan dengan 56 poin dan gagal merebut tiket Liga Conference musim depan.

Bologna tampil agresif sejak awal pertandingan. Baru tiga menit laga berjalan, Jonathan Rowe langsung mengancam lewat tusukan dari sisi kiri, meski peluangnya masih mampu diblok lini belakang Inter.

Namun Inter menunjukkan kualitasnya sebagai juara bertahan. Pada menit ke-21, Federico Dimarco membuka keunggulan lewat tendangan bebas spektakuler dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke pojok kanan atas gawang tanpa mampu dijangkau Lukasz Skorupski.

Keunggulan itu ternyata hanya bertahan empat menit.

Federico Bernardeschi sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti. Sontekan kaki luarnya mengarah tajam ke sudut bawah gawang Inter.

Momentum kemudian berbalik ke tuan rumah. Menjelang turun minum, Tommaso Pobega membawa Bologna unggul 2-1 lewat tembakan keras dari luar kotak penalti yang sempat berubah arah setelah mengenai Petar Sucic.

Selepas jeda, Bologna makin percaya diri.

Baca Juga: Trump Klaim Damai AS-Iran di Depan Mata, Selat Hormuz Disebut Segera Dibuka

Baru tiga menit babak kedua berjalan, Jonathan Rowe kembali menjadi mimpi buruk pertahanan Inter. Aksinya dari sisi kiri berujung umpan silang yang justru berbelok masuk ke gawang sendiri setelah mengenai Piotr Zielinski. Bologna menjauh 3-1.

Tertinggal dua gol membuat Cristian Chivu bereaksi cepat. Pelatih Inter itu langsung melakukan tiga pergantian sekaligus, termasuk menarik keluar Lautaro Martinez, Nicolo Barella, dan Federico Dimarco demi menyegarkan tempo permainan.

Perubahan itu mulai terasa pada pertengahan babak kedua.

Menit ke-64, Inter memperkecil ketertinggalan lewat Francesco Pio Esposito. Gol bermula dari aksi individu Andy Diouf yang tembakannya membentur tiang sebelum bola rebound disambar Esposito menjadi gol.

Gol tersebut membangkitkan semangat Inter. Nerazzurri mulai mendominasi permainan, sementara Bologna perlahan kehilangan kontrol di lini tengah.

Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil menjelang laga usai.

Pada menit ke-86, Luka Topalovic mengirim umpan terobosan matang kepada Andy Diouf yang lolos dari kawalan. Dengan tenang, Diouf melepaskan sepakan keras ke atap gawang untuk mengubah skor menjadi 3-3.

Baca Juga: Tim Gabungan Polres Labuhanbatu dan Intel Kodim 0209 Gagalkan Pengiriman  1 Kg Sabu ke Jambi

Gol itu sekaligus menutup pesta enam gol di Renato Dall’Ara.

Bologna sempat mencoba mencuri kemenangan di sisa waktu, tetapi skor imbang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Inter, hasil tersebut menjadi penutup musim yang menggambarkan perjalanan mereka sepanjang tahun: tidak selalu mulus, tetapi penuh daya juang hingga akhir.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#seri a #bolognas #liga italia #inter milan