Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Chelsea Tersungkur, Tiket Eropa Melayang di Stadium of Light

Johan Panjaitan • Senin, 25 Mei 2026 | 09:45 WIB
Sunderland menang 2-1 atas Chelsea pada pekan terakhir Liga Inggris 2025/26 di Stadium of Light, Minggu (24/5). (livesports)
Sunderland menang 2-1 atas Chelsea pada pekan terakhir Liga Inggris 2025/26 di Stadium of Light, Minggu (24/5). (livesports)

 

Sumutpos.jawapos.com-Mimpi Chelsea untuk tetap tampil di kompetisi Eropa musim depan resmi runtuh pada pekan terakhir Liga Inggris 2025/26. Kekalahan 1-2 dari Sunderland di Stadium of Light, Minggu (24/5), menjadi penutup pahit musim penuh inkonsistensi bagi The Blues.

Hasil itu membuat Chelsea finis di peringkat ke-10 klasemen akhir dengan 52 poin, terpaut satu angka dari Brighton di posisi kedelapan yang mengamankan tiket UEFA Conference League. Untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, klub asal London Barat tersebut harus menerima kenyataan menepi dari panggung Eropa.

Sebaliknya, Sunderland justru menutup musim dengan kisah yang nyaris sempurna. Klub yang musim ini tampil mengejutkan berhasil finis di posisi ketujuh dengan 54 poin dan memastikan satu tempat di Liga Europa musim depan. Stadium of Light pun berubah menjadi arena pesta setelah peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga: Jangan Sepele! Ini Bahaya Kotoran Cicak bagi Kesehatan

Chelsea sebenarnya datang dengan tekanan besar sekaligus harapan terakhir. Sejak menit awal, pasukan London Biru tampil agresif. Cole Palmer langsung mengancam saat laga baru berjalan empat menit, namun kiper muda Sunderland Robin Roefs mampu menggagalkan peluang tersebut.

Tuan rumah tidak tinggal diam. Sunderland merespons lewat permainan cepat dan direct yang beberapa kali membuat lini belakang Chelsea goyah. Tekanan itu akhirnya berbuah hasil pada menit ke-25.

Berawal dari distribusi panjang Robin Roefs, bola diteruskan Luke O’Nien kepada Trai Hume. Tanpa kontrol berlebihan, Hume melepaskan sepakan first time ke sudut kanan gawang yang gagal dijangkau Robert Sanchez. Stadium of Light meledak. Sunderland unggul 1-0.

Gol tersebut memperlihatkan problem klasik Chelsea musim ini: rapuh dalam transisi bertahan dan gagal menjaga konsentrasi di momen krusial. Meski menguasai bola lebih banyak, penyelesaian akhir tetap menjadi persoalan.

Peluang demi peluang dari Joao Pedro dan Pedro Neto gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang hingga turun minum. Chelsea terlihat dominan secara statistik, tetapi miskin efektivitas.

Baca Juga: Tutup Karier di Usia 40 Tahun, Lukas Podolski Ambil Alih Kepemilikan Gornik Zabrze

Masuk babak kedua, situasi justru semakin buruk bagi tim tamu. Baru lima menit laga berjalan, Sunderland menggandakan keunggulan melalui gol bunuh diri Malo Gusto. Upaya Brian Brobbey di depan gawang berubah arah setelah membentur kaki bek Chelsea tersebut sebelum masuk ke gawang sendiri.

Tertinggal dua gol, Chelsea sempat menunjukkan reaksi cepat. Pada menit ke-56, Cole Palmer memperkecil kedudukan lewat tembakan jarak jauh yang gagal diamankan sempurna Robin Roefs. Gol itu sempat membuka asa kebangkitan The Blues.

Namun momentum tersebut tidak bertahan lama.

Petaka datang pada menit ke-62 ketika Wesley Fofana menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Wilson Isidor. Bermain dengan 10 orang membuat Chelsea kehilangan intensitas dan organisasi permainan. Sunderland semakin nyaman mengontrol ritme pertandingan hingga akhir laga.

Kekalahan ini menjadi simbol runtuhnya musim Chelsea yang penuh gejolak. Belanja besar, kedalaman skuad mewah, hingga pergantian taktik sepanjang musim gagal membawa klub kembali ke level elite Eropa.

Di sisi lain, Sunderland justru menulis salah satu kisah paling mengejutkan musim ini. Dari tim yang awalnya hanya diprediksi bertahan di papan tengah, mereka sukses menembus zona Eropa lewat kolektivitas, disiplin, dan keberanian memainkan sepak bola menyerang.

Malam di Stadium of Light bukan sekadar kemenangan bagi Sunderland. Itu adalah malam ketika satu klub merayakan kebangkitan, sementara klub lain dipaksa menatap musim depan tanpa cahaya Eropa.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#sunderland #chelsea #liga eropa #liga inggris #kompetisi