Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ini Enam Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Lebih Berkuasa, Debat Sambil Menutup Mulut Terancam Kartu Merah

Johan Panjaitan • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:08 WIB
Ilustrasi Piala Dunia. (Dok: FIFA)
Ilustrasi Piala Dunia. (Dok: FIFA)

 

Sumutpos.jawapos.com-Piala Dunia 2026 bukan hanya akan dikenang sebagai edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga menjadi panggung penerapan sejumlah aturan baru yang berpotensi mengubah wajah sepak bola modern.

FIFA bersama International Football Association Board (IFAB) memperkenalkan enam regulasi anyar yang dirancang untuk memangkas pemborosan waktu, mempercepat ritme pertandingan, sekaligus memperkuat otoritas wasit dan teknologi VAR.

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan perubahan tersebut lahir dari kebutuhan menjaga pertandingan tetap mengalir tanpa gangguan tak perlu.

Berikut enam aturan baru yang akan mewarnai Piala Dunia 2026.

1. Akhir Era “Tactical Timeout” Berkedok Cedera Kiper

Salah satu kebiasaan yang kerap terlihat dalam sepak bola modern adalah ketika penjaga gawang terkapar di lapangan dan seluruh pemain berbondong-bondong menuju bangku cadangan untuk menerima instruksi pelatih.

Praktik yang dikenal sebagai tactical timeout itu kini resmi dilarang.

Mulai Piala Dunia 2026, ketika kiper mendapat perawatan di lapangan, pemain kedua tim wajib tetap berada di area permainan atau berkumpul di lingkaran tengah. Mereka tidak boleh mendekati bangku cadangan untuk menerima arahan taktis.

Baca Juga: Mendagri Tegas Larang Pemda Rekrut Honorer Baru

Menurut Collina, FIFA ingin mengakhiri celah yang selama ini dimanfaatkan sejumlah tim untuk menghentikan momentum pertandingan.

“Penjaga gawang berhak mengalami cedera, tetapi pemain lain tidak berhak menggunakan momen tersebut untuk melakukan jeda taktis,” tegasnya.

2. Lemparan ke Dalam Tak Lagi Jadi Alat Buang Waktu

Kebiasaan berjalan santai sambil mencari rekan sebelum melakukan lemparan ke dalam akan mendapat pengawasan ketat.

Wasit kini memiliki kewenangan memberikan lemparan ke dalam kepada tim lawan apabila menilai seorang pemain sengaja menunda restart permainan.

Aturan ini diharapkan memangkas detik-detik yang selama ini kerap terbuang tanpa alasan jelas.

3. Tendangan Gawang Lambat Bisa Berujung Petaka

Jika sebelumnya keterlambatan melakukan tendangan gawang hanya berujung teguran atau kartu kuning, kini konsekuensinya jauh lebih berat.

Tim yang sengaja mengulur waktu saat melakukan goal kick dapat dihukum dengan pemberian sepak pojok kepada lawan.

Baca Juga: Ragam Minyak Goreng Ini Dipercaya Lebih Sehat

Sanksi ini dianggap sebagai salah satu aturan paling tegas karena langsung menghadirkan ancaman berbahaya di depan gawang tim yang melakukan pelanggaran.

4. Keluar Lapangan Lebih dari 10 Detik, Tim Bermain dengan 10 Orang

FIFA juga menyasar salah satu trik klasik dalam menghabiskan waktu, yakni pergantian pemain yang dilakukan secara lambat.

Mulai 2026, pemain yang ditarik keluar wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik melalui titik terdekat.

Apabila batas waktu itu dilanggar, pemain pengganti tidak boleh langsung masuk dan tim harus bermain dengan 10 pemain selama sedikitnya satu menit.

Regulasi ini diperkirakan akan menghilangkan pemandangan pemain berjalan santai sambil bertepuk tangan kepada penonton pada menit-menit akhir pertandingan.

5. Menutup Mulut Saat Berdebat Bisa Berujung Kartu Merah

Salah satu aturan yang paling mengundang perhatian adalah larangan menutupi mulut ketika terlibat konfrontasi di lapangan.

FIFA menilai tindakan tersebut sering digunakan untuk menyembunyikan ucapan yang berpotensi melanggar disiplin pertandingan.

Collina menjelaskan bahwa larangan itu tidak berlaku pada percakapan biasa antarpemain.

Baca Juga: Organda Sumut Usulkan Integrasi BRT dan Angkot

Namun ketika dilakukan dalam situasi panas atau konfrontatif, tindakan menutup mulut dapat dianggap sebagai pelanggaran serius yang berujung kartu merah.

Aturan ini diyakini akan meningkatkan transparansi sekaligus mencegah potensi penghinaan atau provokasi yang sulit dibuktikan.

6. VAR Kini Bisa Menyelidiki Pelanggaran Sebelum Sepak Pojok dan Tendangan Bebas

Perubahan paling signifikan datang dari perluasan kewenangan Video Assistant Referee (VAR).

Jika sebelumnya fokus VAR lebih banyak pada gol, penalti, kartu merah langsung, dan identitas pemain, kini teknologi tersebut dapat meninjau pelanggaran yang terjadi sebelum eksekusi sepak pojok maupun tendangan bebas.

Apabila ditemukan pelanggaran yang berdampak langsung terhadap terciptanya gol, penalti, atau keputusan disiplin, wasit dapat diminta melakukan on-field review.

Bahkan, sepak pojok atau tendangan bebas yang sudah diberikan bisa diulang apabila terbukti ada pelanggaran sebelumnya.

Baca Juga: Lawan Kolestrol Tinggi dengan Obat Herbal Ini, Cobalah!

Aturan ini membuat lebih banyak insiden bola mati berada dalam pengawasan teknologi video.

Sepak Bola yang Lebih Cepat dan Lebih Tegas

Enam perubahan tersebut menunjukkan arah baru yang ingin ditempuh FIFA: pertandingan yang lebih cepat, minim pemborosan waktu, dan lebih transparan dalam pengambilan keputusan.

Bagi pemain dan pelatih, adaptasi menjadi keharusan. Sementara bagi penonton, Piala Dunia 2026 berpotensi menghadirkan pertandingan yang lebih dinamis dengan interupsi yang semakin sedikit.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#var #aturan #kartu merah #fifa #piala dunia 2026