HOUSTON, Sumutpos.jawapos.com – Waktu terus berjalan, tetapi nama Cristiano Ronaldo belum juga tergeser dari panggung utama sepak bola Portugal. Di usia 41 tahun, sang megabintang masih dipercaya mengenakan ban kapten dan memimpin ambisi Selecao das Quinas di Piala Dunia 2026.
Namun, menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia itu, pertanyaan yang selama beberapa tahun terakhir terus mengemuka kembali terdengar semakin nyaring: apakah Portugal masih membutuhkan Ronaldo?
Keraguan itu bukan tanpa alasan. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Ronaldo hanya mencetak satu gol melalui titik penalti. Dua tahun kemudian, di Euro 2024, ia bahkan gagal mencetak gol untuk pertama kalinya sepanjang kariernya di putaran final turnamen besar.
Di sisi lain, Portugal kini memiliki generasi emas baru yang sedang berada di puncak performa. Nama-nama seperti Vitinha, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Rafael Leao hingga Joao Neves memberi kesan bahwa Portugal telah memiliki cukup amunisi untuk melangkah tanpa terlalu bergantung kepada sang legenda.
Baca Juga: Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Sunggal Simpan 10.447 Ekstasi dan 828 Vape Narkoba
Jawaban atas perdebatan itu mungkin belum akan terungkap sepenuhnya sampai perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 berakhir. Namun, petunjuk awal bisa terlihat saat mereka memulai kiprah di Grup K menghadapi Republik Demokratik Kongo di NRG Stadium, Houston, Kamis (18/6) dini hari WIB.
Pendukung Portugal Terbelah
Menjelang laga perdana, perdebatan mengenai peran Ronaldo membelah para pendukung Portugal. Sebagian mulai meyakini bahwa Portugal akan lebih dinamis jika memberikan ruang lebih besar kepada generasi baru.
"Saya rasa dalam beberapa situasi mereka bermain lebih baik tanpa dirinya. Ada pemain lain yang lebih cocok dengan sistem permainan saat ini," ujar seorang suporter Portugal, Zach Mallias, kepada Associated Press saat menghadiri sesi latihan terbuka tim di Florida.
Pandangan itu muncul karena Portugal kini memiliki lini tengah dan lini depan yang lebih cepat, lebih cair, dan mampu bertukar posisi dengan fleksibel. Sebuah gaya permainan yang terkadang dianggap tidak sepenuhnya selaras dengan karakter Ronaldo saat ini.
Meski demikian, tak sedikit yang menilai keraguan tersebut terlalu berlebihan.
Faktanya, Ronaldo masih mampu menunjukkan kualitasnya dalam momen-momen penting. Saat Portugal menjuarai UEFA Nations League 2025, ia menjadi salah satu aktor utama dengan delapan gol, termasuk gol penyeimbang pada final menghadapi Spanyol.
Baca Juga: 115 Jemaah Haji Labura Kloter 13 Tiba di Kampung Halaman, Disambut Haru Keluarga dan Pemkab
Di level klub, Ronaldo juga tetap produktif bersama Al-Nassr. Musim lalu, ia mengantar klub Arab Saudi itu meraih gelar liga dengan torehan 28 gol, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak tim.
"Dia tidak pernah menghindar dari tekanan. Ketika pertandingan ditentukan oleh satu momen besar, Cristiano adalah pemain yang ingin Anda lihat berada di lapangan," kata suporter Portugal lainnya, Rob Stickle.
Lebih dari Sekadar Gol
Di tengah perdebatan publik, pelatih Portugal Roberto Martinez justru tidak menunjukkan sedikit pun keraguan terhadap kaptennya.
Bagi Martinez, kontribusi Ronaldo jauh melampaui statistik dan jumlah gol yang tercatat di papan skor.
"Portugal telah tampil di tujuh Piala Dunia secara beruntun sejak Cristiano bergabung dengan tim nasional. Itu menunjukkan kontinuitas dan kontribusi luar biasa yang ia berikan selama bertahun-tahun," ujar Martinez.
Pelatih asal Spanyol itu menilai Ronaldo masih memiliki kualitas yang sulit digantikan. Pengalaman, kecerdasan membaca permainan, kemampuan membuka ruang, hingga insting mencetak gol tetap menjadi aset berharga bagi Portugal.
"Pengaruh Cristiano sebagai nomor sembilan sangat besar. Cara dia bergerak, timing saat masuk ke area berbahaya, penyelesaian akhir, dan kemampuannya menarik perhatian bek lawan adalah kekuatan yang sangat penting bagi tim ini," katanya.
Tak hanya di atas lapangan, Ronaldo juga dianggap sebagai figur sentral di ruang ganti. Kehadirannya menjadi contoh profesionalisme bagi generasi muda Portugal yang kini mulai mengambil peran besar dalam tim nasional.
"Komitmennya terhadap sepak bola adalah teladan. Dia telah memainkan 227 pertandingan untuk Portugal selama lebih dari dua dekade. Tidak banyak pemain yang mampu menunjukkan dedikasi seperti itu," tambah Martinez.
Menunggu Momen Sang Legenda
Kini, seluruh sorotan kembali mengarah kepada Ronaldo.
Laga melawan Republik Demokratik Kongo mungkin bukan pertandingan terbesar dalam kariernya. Namun, duel ini bisa menjadi panggung awal untuk menjawab berbagai keraguan yang terus mengiringinya.
Bagi Portugal, kemenangan tentu menjadi target utama. Tetapi bagi Ronaldo, ada misi yang lebih personal: membuktikan bahwa usia hanyalah angka, dan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda ketika negaranya membutuhkan.
Di Houston, dunia kembali menunggu. Menunggu apakah Cristiano Ronaldo masih memiliki satu ledakan besar lagi untuk diberikan kepada Portugal di panggung Piala Dunia. (jpg/han)
PERKIRAAN PEMAIN:
PORTUGAL: 1-D Costa; 20-Cancelo, 3-Dias, 14-Inacio, 25-Mendes; 15-J Neves, 8-Fernandes, 23-Vitinha; 10-Bernardo, 7-Ronaldo (c), 18-Neto
Pelatih: Roberto Martinez
KONGO: 1-Mpasi; 2-Wan-Bissaka, 3-Kapuadi, 4-Tuanzebe, 22-Mbemba (c), 26-Masuaku; 8-Moutoussamy, 14-Sadiki, 6-Mukau; 20-Wissa, 17-Bakambu
Pelatih: Sebastien Desabre