Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Inggris vs RD Kongo: Misi Kane Lanjutkan Rekor, The Three Lions Waspadai Kejutan Les Leopards

Johan Panjaitan • Rabu, 1 Juli 2026 | 08:00 WIB
Kapten Timnas Inggri, Harry Kane. (republika)
Kapten Timnas Inggri, Harry Kane. (republika)

 

ATLANTA, Sumutpos.jawapos.com – Sorotan utama pada laga Inggris kontra Republik Demokratik (RD) Kongo di babak 32 besar Piala Dunia 2026 tak lepas dari sosok Harry Kane. Kapten The Three Lions itu kembali menjadi tumpuan untuk membawa negaranya melangkah ke 16 besar sekaligus memperpanjang catatan emas yang baru saja ia ukir.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (1/7) pukul 23.00 WIB, menjadi panggung berikutnya bagi Kane setelah resmi menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia.

Striker Bayern Munchen tersebut kini telah mengoleksi 11 gol di putaran final Piala Dunia. Rekor itu dipastikan usai golnya ke gawang Panama pada fase grup, melewati capaian para legenda Inggris sebelumnya.

Ketajaman Kane kembali dibutuhkan ketika Inggris menghadapi tim yang dikenal disiplin bertahan. Manajer Thomas Tuchel diyakini tetap menjadikan sang kapten sebagai ujung tombak dalam membongkar pertahanan rapat Les Leopards.

Baca Juga: Konjen Jepang Furugori Toru Terkesan dengan Keramahan Masyarakat Sumut

Meski datang dengan status favorit, Inggris tidak memiliki alasan untuk meremehkan lawannya. Pengalaman menghadapi wakil Afrika di fase grup menjadi pengingat bahwa pertandingan tidak akan berjalan mudah.

Saat bertemu Ghana, Jude Bellingham dan kolega bahkan gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang tanpa gol. Hasil itu menjadi pelajaran bahwa tim-tim Afrika memiliki organisasi permainan yang mampu menyulitkan negara-negara unggulan.

Inggris sendiri datang dengan kondisi yang nyaris ideal. Hanya Reece James dan Jarell Quansah yang dipastikan absen akibat cedera. Selebihnya, Tuchel memiliki banyak opsi untuk menerapkan permainan menyerang dengan pressing tinggi dan distribusi bola cepat sejak menit awal.

Di sisi lain, RD Kongo bukan lawan yang lolos ke fase gugur secara kebetulan. Mereka menunjukkan konsistensi sepanjang babak grup dengan mengalahkan Uzbekistan, menahan Portugal, serta hanya kalah tipis dari Kolombia.

Performa tersebut membuktikan bahwa tim besutan Sebastien Desabre memiliki organisasi permainan yang solid serta mampu bersaing dengan tim-tim papan atas.

Ancaman terbesar bagi Inggris datang dari lini depan. Yoane Wissa tampil sebagai pemain paling produktif RD Kongo dengan torehan tiga gol dari total empat gol timnya di fase grup.

Kecepatan Wissa yang dipadukan dengan pengalaman Cedric Bakambu diyakini akan menjadi senjata utama melalui skema serangan balik cepat maupun duel-duel bola panjang yang bisa merepotkan lini belakang Inggris.

Baca Juga: Inovasi Unik: Onderdil Motor Disulap Jadi Mesin Kopi Espresso

Thomas Tuchel pun menegaskan bahwa timnya tidak akan terlena oleh status unggulan. Menurut pelatih asal Jerman itu, Inggris harus bermain dengan intensitas tinggi sekaligus tetap menghormati kualitas lawan.

"Kami memiliki rasa hormat yang besar terhadap RD Kongo. Mereka menunjukkan organisasi pertahanan yang luar biasa saat menahan Portugal. Fokus kami adalah mengalirkan bola lebih cepat ke sepertiga akhir lapangan dan memaksimalkan setiap peluang, terutama melalui Harry Kane yang sedang berada dalam momentum historisnya," ujar Tuchel dalam konferensi pers pralaga.

Sementara itu, Sebastien Desabre memastikan timnya datang tanpa rasa gentar menghadapi salah satu kandidat juara dunia tersebut.

Baginya, nama besar Inggris maupun rekor Harry Kane tidak akan mengubah pendekatan permainan RD Kongo. Disiplin bertahan dan efektivitas saat melakukan transisi menjadi kunci yang telah disiapkan untuk menciptakan kejutan.

"Inggris memiliki lini serang yang sangat berbahaya, dan Kane adalah salah satu striker terbaik di dunia saat ini. Namun, kami telah mempersiapkan rencana matang untuk menutup ruang geraknya. Kami akan bermain rapat, mengandalkan transisi cepat, dan memanfaatkan situasi bola mati demi menciptakan kejutan besar," tegas Desabre.

Di atas kertas, Inggris memang lebih diunggulkan berkat kualitas skuad, pengalaman, serta kedalaman pemain yang dimiliki. Namun, RD Kongo telah membuktikan sepanjang turnamen bahwa mereka bukan sekadar pelengkap.

Karena itu, duel di Atlanta dipastikan bukan hanya tentang upaya Harry Kane memperpanjang rekor golnya, tetapi juga pertarungan antara efektivitas serangan Inggris melawan disiplin kolektif serta semangat pantang menyerah yang menjadi identitas Les Leopards.(jpg/han)

Perkiraan Pemain:

INGGRIS (4-2-3-1): Jordan Pickford (kiper); Djed Spence, Marc Guehi, Ezri Konsa, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane. Pelatih: Thomas Tuchel (Jerman).

RD KONGO (3-5-2): Lionel Mpasi (kiper); Steve Kapuadi, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe; Aaron Wan-Bissaka, Noah Sadiki, Samuel Moutoussamy, Ngal’ayel Mukau, Arthur Masuaku; Cedric Bakambu, Yoane Wissa. Pelatih: Sebastien Desabre (Prancis)

 

 

Editor : Johan Panjaitan
#rd kongo #the three lion #piala dunia #harry kane #inggris